Home Artikel Dua Budaya Revolusi Manajemen Qolbu

Revolusi Manajemen Qolbu


REVOLUSI MANAJEMEN QOLBU (bagian pertama)

 Oleh : M. Yusuf Syaefudin *

 

Hati menurut definisinya adalah satu organ yang amat mempunyai peranan yang amat penting baik dalam hubungannya dengan sang pencipta maupun dengan manusia itu sendiri,hati yang kita maksud bukanlah hati menurut pengertian ilmu kedokteran (liver) tetapi lebih kepada hati (qolbu). yaitu berupa sesuatu yang halus (lathifah) dan ia berhubungan dengan sifat-sifat ketuhanan (robbaniyah) dan kerohanian yang ada hubungannya dengan hati jasmani. Hati yang halus itulah hakikat manusia yang dapat menangkap segala rasa,dan ia mengetahui serta mengenal segala sesuatu. Hati inilah yang jadi sasaran pembicaraan, yang akan disiksa, dicerca dan dituntut. Karena eratnya hubungan antara hati jasmani dan hati rohani itu, sehingga kebanyakan akal manusia menjadi bingung dalam mengetahui dalam hubungannya. Hubungan kedua hati itu seperti halnya sifat dengan jisim yang disifati, atau seperti benda yang dijadikan perkakas dengan perkakasnya atau seperti orang atau benda yang telah berurat, berakar pada suatu tempat dengan tempatnya. Seperti sabda rasululloh s.a.w:”sesungguhnya di dalam tubuh anak adam itu terdapat segumpal daging,yang apabila bersih ia (daging) itu maka akan bersihlah semuanya dan apabila rusak (kotor) ia maka rusaklah semuanya”kemudian para sahabat bertanya ”apakah itu ya rasululloh? Ketahuilah bahwasannya ia itulah hati”. Dalam hadist ini rasululloh mengajarkan betapa pentingnya untuk selalu berusaha membersihkan hati, membersihkan hati bermakna menghapus darinya kecintaan pada dunia dan hal-hal duniawi serta menghilangkan daripadanya segenap kesedihan, kedukaan dan kekhawatiran atas segala sesuatu yang tidak berguna, untuk membersihkan hati para ulama berpandangan bahwasanya semakin manusia tenggelam dalam berbagi urusan duniawi dan sibuk dengan berbagai hal-hal materiil maka ia semakin beroleh banyak kesulitan dan akan bertambah pula beban yang di tanggungnya,semakin ia memanjakan badannya dengan dan terus-menerus memperhatikan penampilannya maka keadaan mentalnya akan semakin memburuk, kemampuan spiritualnya akan semakin memudar, kesucian dan kecemerlangan hatinya kehilangan semangat, noda dan kegelapan pun semakin bertambah. inilah sebabnya pengekangan diri dengan mensucikan hati dari pengaruh duniawi dan menerapkan pola hidup zuhud menjadi salah satu syarat yang mesti di penuhi dalam kemajuan spiritual dan menjauhkan diri dari segala sesuatu selain Alloh adalah salah satu jalan/cara untuk menuju Alloh. pengertian daripada menjauhkan diri daripada segala sesuatu selain Alloh bukanlah berarti seseorang itu meninggalkan kehidupan duniawinya tetapi bagaimana seseorang itu tidak menaruh duniawi dalam hatinya tetapi menaruh dunia dalam tangannya. seperti yang di jelaskan oleh Syekh Abdul Qodir Jailani dalam kitab “al-fath robbany” hal.90. “mensucikan hati sehingga tidak ada sesuatu di dalam hati itu melainkan alloh”. karena seseorang yang menaruh dunia dalam hatinya maka tatkala seseorang itu kehilangan hal-hal duniawi itu akan goncanglah jiwanya dan semakin terpuruklah keadaannya seolah-olah dunia sudah berakhir tapi seseorang yang menaruhnya dalam genggaman tangannya tatkala kehilangan pun ia akan lebih bisa memahami bahwasannya di alam dunia itu tidak akan kekal dan akan timbul satu sikap optimis bahwa dia akan mampu untuk meraihnya kembali. Seseorang yang bodoh itu tidak akan menyadari realitas dirinya sendiri, ia memandang tubuh fisiknya sendiri sebagai esensi dari dirinya sendiri dan lupa pada simplisitas dan sifat abstrak dari hati spiritual.manusia terlalu sibuk memberi makanan pada tubuhnya dan memenuhi hasrat-hasrat inderawinya,padahal sesungguhnya di tempat inilah ia harus menyiapkan bekal untuk hari akhir kelak.

“mereka itu adalah orang-orang yang dicoba hatinya oleh Allah untuk taqwa”(QS.Al-Hujurat,3)maka hatilah yang diterima disisi Allah, apabila ia selamat atau terhindar dari hal-hal selain Allah dan sebaliknya, ia pula yang terhijab atau terdinding dari Allah, apabila ia jadi tenggelam dalam-hal-hal selain Allah. Hatilah yang akan dituntut, dijadikan sasaran pembicaraan dan cercaan dan ia pula yang berbagagia dengan mendekat kepada Allah akan menanglah orang yang mensucikan hatinya dan sebaliknya ia akan kecewa dan celaka jika ia mengotori serta merusak hatinya, Dalam al-qur’an di jelaskan: “sungguh akan memperoleh kemenangan (beruntunglah) orang-orang yang memebersihkan(hati) nya dan merugilah orang-orang yang mengotorinya “(QS.Asy Syamsi,9-10).Hatilah yang pada hakekatnya ta’at kepada Allah Ta’ala,sedangkan ibadah yang di kerjakan oleh anggota badan itu adalah penjelmaan dari cahaya hati,sebaliknya hati pulalah yang ingkar dan durhaka kepada Allah Ta’ala sedangkan kejahatan-kejahatan yang terjadi pada anggota badan itu, merupakan pantulan sinar gelap yang ada di dalam hati. jadi dengan bersinarnya hati akan muncullah kebaikan-kebaikan lahiriah dan dengan gelapnya hati akan muncul pula kejahatan-kejahatan,sebab tiap-tiap bejana (tempat) itu terkena percikan dengan apa-apa yang ada di dalamnya. Hati adalah bagaikan sebuah cermin yang telah diliputi oleh hal-hal yang membekas tadi dan bekas itu secara bersambung akan sampai kepada hati,adapun bekas-bekas yang terpuji akan membuat cermin hati semakin mengkilap cemerlang,bercahaya dan terang-benderang sehingga berkilauanlah kebenaran yang nyata di dalam hati dan terbukalah hakikat segala sesuatu yang di tuntut oleh agama. Kepada hati semacam inilah yang diisyaraatkan oleh Rasulullah SAW. “apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba maka Allah akan menjadikan untuknya penasihat dari hatinya”(HR.Abu Manshur ad-dailami dengan sanad yang baik)Sabdanya lagi “barang siapa yang mempunyai penasihat dari hatinya maka Allah akan memeliharanya”

Macam – macam hati

Rasulullah SAW bersabda: “hati itu ada 4 macam, yaitu: 1. hati yang bersih yang didalamnya ada lampu yang bersinar, itulah hati orang mukmin, 2. hati yang terbalik, itulah hati orang kafir, 3. hati yang terbungkus erat dengan bungkusnya, itulah hati orang munafik, 4. hati yang bercampur aduk yang didalamnya ada iman dan nifak”(HR.Ahmad &Tabrani). Perumpamaan iman didalam hati itu adalah seperti sayur-sayuran yang tumbuh subur karena air yang bersih sedangkan perumpamaan nifak didalam hati itu adalah seperti luka yang menjalar karena nanah. Maka dimana diantara kedua hal tadi yang menang maka itulah yang akan menguasai hati.seperti sabda nabi saw”hati orang mukmin itu bersih di dalamnya ada lampu yang bersinar dan hati orang kafir itu hitam dan terbalik”(HR.Ahmad&Thabrani) Dan perumpamaan air bagi sayuran tadi (hati) adalah zikir kepada Allah.

Dan salah satu jalan untuk dapat mencapai kebersihan hati seperti diatas adalah dengan banyak-banyak mengingat Allah (zikrullah). Seperti firman Allah “sesungguhnya hanya dengan mengingat Allah hati itu dapat menjadi tenang(bersih)”(QS.Ar Ro’du.28) “ingatlah tuhanmu di dalam hati mu” (QS.Al-A’raf:204) “belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah” (QS.Al-Hadiid:16)

Bahkan mengingat Allah dalam hati (khofi) akan memperoleh pahala yang lebih besar daripada mengingat Allah dengan lidah, seperti sabda Rasullah “zikir yang paling baik adalah zikir khofi (dalam hati) dan rizki yang paling adalah yang mencukupi”(HR.Baihaqi)

Hati = akal

Didalam al-qur’an dijelaskan bahwa hati itu juga salah satu alat untuk berfikir (aql), karena aql mengandung arti mengerti, memahami, dan berfikir, seperti terdapat didalam Al-Qur’an: “maka apakah mereka tidak berjalan dimuka bumi lalu mereka mempunyai qolb(hati) yang dengan itu mereka dapat memahami atau telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar?,karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta tetapi hati yang ada didalam dada” (QS.Al-Hajj,46),“dan sesungguhnya kami jadikan isi neraka jahanam kebanyakan dari jin & manusia, mereka mempunyai qolb (hati) tetapi tidak digunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) (QS.Al-A’raf:179) menurut Al-Qusyairi perbedaan Aql&Qolb yaitu Aql tidak dapat memperoleh pengetahuan yang sebenar-benarnya tentang Tuhan.seperti Sabda Rasululloh: “janganlah berpikir (menggunakan akal) dalam Dzatulloh tetapi berpikirlah kepada ciptaannya”disini rasul sudah menjelaskan bahwa akal itu mempunyai keterbatasan di dalam mengenal tuhan dan ia (akal) tidak akan sampai kepada pengenalan yang sesungguhnya terhadap tuhan.sedangkan Qolb (hati) dapat mengetahui segala Hakikat yang ada.seperti firman Allah SWT: “tiadalah berdusta apa-apa yang di lihat oleh hati” (QS.An-Najm:11) dan hal ini di perkuat oleh Sabda Rasululloh SAW: “Andaikata setan-setan itu tidak mengerubungi Hati anak-anak Adam,Niscaya mereka dapat melihat kepada Alam Malakut yang ada di langit” (HR.Ahmad)

Seseorang tidak layak memperoleh predikat mukmin tanpa mengikat hati atas segala hal yang harus diyakini. Suatu ibadah tidak akan sah tanpa niat di dalam hati karena rasululloh saw bersabda: “setiap amalan itu di mulai (dinilai) dari niat dan niat itu ada di dalam hati”.para imam mujtahid sepakat bahwasanya aktivitas raga tidak akan di terima tanpa disertai aktivitas hati,sedangkan aktivitas hati tetap akan dinilai (diterima) meskipun tanpa aktivitas raga.andaikata tidak demikian adanya maka iman juga tidak akan di terima karena definisi iman ialah di ucapkan dengan lidah dan di benarkan dengan hati.seperti firman Allah “Allah mencatat keimanan di dalam hati mereka” (QS.Al-Mujadalah:22) “mereka itu adalah orang-orang yang dicoba hatinya oleh Allah untuk takwa” (QS.Al-hujurat:3). Di dalam sebuah hadist Rasululloh SAW pernah di tanya: “Ya Rasululloh! siapakah orang yang terbaik itu?maka beliau menjawab: “yaitu orang mukmin yang bersih hatinya”, maka ditanyakan lagi. apakah artinya orang yang bersih hatinya itu wahai Rasululloh? beliau lalu menjawab: ialah orang yang takwa, bersih tidak ada kepalsuan padanya ,tak ada kedurhakaan, penghianatan, dendam dan kedengkian”. (HR.Ibnu Majah)

Dan Sabdanya lagi: “Ilmu itu letaknya di dalam dada (hati) bukan pada tulisan”

Teori Hati


setelah kita mengetahui betapa pentingnya kita membersihkan hati,karena sebenarnya ikhlas, taqwa, iman dsb. Adalah efek yang timbul jikalau hati seorang itu bersih dan sebaliknya iri, dengki, hasad, ria, dsb timbul jikalau hati seorang itu kotor walaupun banyak orang yang mengajarkan metode pembersihan hati atau yang lebih populer disebut manajemen qolbu, tapi pernahkan kita sadari bahwa kita hanya berputar dalam teori hati dalam arti kita hanya mempelajari efek dari bersih dan kotornya hati, tetapi tidak pernah kita mengetahui dimana sesungguhnya letak hati itu?? karena apakah mungkin kita dapat membersihkan suatu tempat jikalau kita tidak mengetahui dimana letak tempat itu?, serta bagaimana cara untuk membersihkannya?, tetapi kita malah lebih dulu mempelajari efek dari kotor dan bersihnya hati?, bagaimana mungkin kita dapat mencapai pembersihan hati yang sesungguhnya jikalau tiada kita mengetahui dimana letak hati itu sendiri???

Untuk jawabannya marilah kita sama – sama untuk mempelajari Al-quran, karena di dalam Al-Quran terdapat penjelas untuk seluruh pertanyaan, QS. 2 (Al-Baqarah): 185 “bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). “

 

* Penulis adalah anggota Tim Dakwah Majlis Pengajian Aly Wafa Tajul Arifin, Bintara – Bekasi Barat.



Tambahkan halaman ini ke dalam situs social bookmarking favorit anda
Reddit! Del.icio.us! JoomlaVote! Google! Live! Facebook! StumbleUpon! Yahoo! Free social bookmarking plugins and extensions for Joomla! websites!
 
Banner
Banner

Pesan-Pesan

Bengkel Ekonomi & Politik Dr.Rizal Ramli

 

10 Tahun Krisis Ekonomi Solusi Monetaris dan Neoliberal

yang menyerang kawasan tersebut sepuluh tahun lalu. Krisis mata uang yang awalnya menyerang Thailand telah berdampak sangat buruk terhadap ekonomi empat negara Asia yaitu Malaysia, Korea, Indones...

 

Mafia Berkeley : Kegagalan Indonesia Menjadi Negara Besar di Asia

Nyaris tidak ada kasus sejenis di dunia, dimana satu kelompok ekonom berkuasa selama hampir 40 tahun nyaris tiada henti dari 1966-2006, menentukan strategi dan kebijakan ekonomi suatu negara. Indonesi...
Jumlah Kunjungan Konten : 272535
Terdapat 82 Tamu online
Banner