Duaberita - Membaca beberapa highlists koran dan tabloid ekonomi membuat saya berfikir jauh mengenai ekonomi Indonesia di tahun 2008, tentang bagaimana negri ini bermimpi untuk dapat menikmati kemakmuran dengan modal sumber daya melimpah. Tapi kita kemudian di kejutkan dan di sadarkan oleh kenaikan harga minyak dunia yang hampir menembus US$100 perbarel,sedangkan kita sudah dipastikan akan menjadi pengimpor nett minyak di tahun 2008.
Menyongsong 2008 dengan ketidakpastianTahun 2007 sebentar lagi kita tutup , dengan ketakutan pasar dan juga ketakutan masyarakat Indonesia mengenai naiknya bahan bakar minyak di tahun 2008. Kebijakan pemerintah untuk membatasi Premium yang walaupun baru wacana dan belum berupa kebijakan ternyata sudah membuat banyak keluarga kecil di negri ini ambil ancang – ancang dalam perencanaan keuangan keluarga mereka di tahun 2008.
Perencanaan keluarga – keluarga kecil ini dampakny a akan cukup signifikan di tahun depan pada pasar dikarenakan pasar Indonesia masih mayoritas di isi oleh mereka sebagai end customer , tentunya kebijakan mereka ini atau perubahan dalam daya beli mereka ini pada akhirnya akan membuat produsen berfikir ulang untuk menaikkan harga jual product. Penekanan biaya produksi akan menjadi opsi bagi perusahaan untuk bisa bertahan di tahun 2008. Dengan menurunkan biaya tetap berupa gaji mereka akan mencoba menyiasati kenaikan bahan bakar minyak dan juga kenaikan bahan baku sebagai imbas naiknya harga komoditi di tahun 2007. Ini pada ujungnya menekan karyawan dan membuat daya beli mereka semakin menurun.
Pemerintah dan Kebijakannya
Disaat yang sama , tax holiday yang di dengungkan oleh pengusaha dan di suarakan oleh seluruh sector usaha tampaknya akan jadi janji – janji belaka. Dengan hanya memberikan tax holiday pada perusahaan – perusahaan tertentu saja yang realisasi investasinya baru / dalam kurun 2007 akan membuat para investor yang sudah ada memutuskan untuk hengkang ke negri lain yang lebih mempunyai sense of crisis menurut kacamata para pemilik modal .
Tampaknya pemerintah masih harus belajar lagi dari pemerintahan Thailand ataupun Vietnam yang lebih agresif dalam menawarkan investor kemudahan dalam berinvestasi di dalam negrinya . Terbukti Thailand yang sekarang menjadi basis produksi bagi beberapa perusahaan otomotif besar mapu menarik investor dengan kebijakan tax holiday dan juga pengurusan izin yang lebih cepat dan minim pungli.
2008 Cerah atau Berawan
Pada akhirnya para pemilik modal dan pengambil keputusan perusahaan di negri ini akan relative duduk dengan gusar dan berhati – hati dalam melakukan investasi di 2008, menunggu pemerintah berusaha untuk menaikkan daya beli masyarakat dengan kebijakan yang populis mengingat emilu sebentar lagi . Seiring dengan itu sector energy dan juga perkebunan tampaknya akan tetap mendominasi product eksport Indonesia dan menjadi tulang punggung ekonomi di tahun 2008 .(Bas/Des’07/yft)











