Home Artikel Dua Kesehatan Reproduksi Sehat

Reproduksi Sehat


Duaberita - Hari ini kita mengangkat tentang kesehatan reproduksi bersama Dr. Ramona Sari, Kepala Divisi Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI). Menurutnya, masalah reproduksi mulai terjadi sejak wanita menginjak usai remaja. Kadang tanpa sadar wanita mengabaikan pentingnya memelihara kesehatan dan organ reproduksinya. Karena secara global berdasarkan data dari Unaids (united Nations Programme on HIV/AIDS) pada Desember 1997 menunjukkan bahwa setiap tahun sekitar 15 juta remaja usia 15-19 tahun melahirkan., 4 jutanya melakukan aborsi, dan hampir 100 juta terinfeksi Penyakit Menular Seksual (PMS).

Bahkan 40 persen dari semua kasus infeksi HIV terjadi pada kaum muda usia 15-24 tahun. Perkiraan terakhir malah mencengangkan. Setiap hari ada 7000 remaja terinfeksi HIV. Multi factor menjadi penyebabnya, antara lain akses informasi mengenai kesehatan reproduksi. Dr. Ramona mengingatkn pula bahwa ada golongan usia lain yang saat ini sangat rawan dengan persoalan kesehatan reproduksi. Siapakah mereka? “Mereka yang sudah mapan hidupnya, mobilitasnya tinggi, belum mikir keluarga karena memang belum mau berumahtangga”. “Para eksekutif muda usia di atas 24 tahun”, ujarnya.

Kehidupan bebas yang cenderung dianut oleh kelompok usia ini menambah kerawanan dalam hal pemeliharaan kesehatan reproduksi. Meswkipun Langkah pencegahan menyebarnya PMS yang paling mungkin adalah dengan menganjurkan pengunaan kondom. Namun ini adalah langkah terbaik dari yang jelek. Sebisa mungkin hindari atau menikahlah dan setia pada pasangan.Terkait penggunaan Kondom, ini harus dilakukan secara benar, yaitu sejak mulai pria ereksi sampai selesai hubungan seksualnya, namun kondom sendiri belum menjamin 100% seseorang tidak tertular HIV/AIDS. Bisa saja virus tersebut tembus atau jika kondom ada yang mengalami kebocoran.

Sebetulnya penggunaan kondom bisa dijadikan sebagai kontrasepsi bagi pasangan suami istri. Sayangnya, keluhan bahwa dengan kondom tidak menyenangkan datang dari pria. Padahal justru dengan cara itulah para suami bisa ikut membantu istrinya mengusahakan kesehatan reproduksi, terutama kalau para suami itu sering jajan. Persoalan penggunaan kontrasepsi memang sering menjadi sorotan dan masalah besar bagi para ibu. “Karena paling sering terkait dengan kesehatan reproduksi,” jelas Dr. Ramona lagi. Kebanyakan wanita, juga pria menginginkan adanya pengaturan jumlah anak. Satu-satunya langkah untuk itu adalah dengan alat kontrasepsi.

Padahal selama ini berbagai alat kontrasepsi yang ada, menurut Ramona lebih banyak menuntut pihak wanita menggunakannya. “Meskipun tersedia kontrasepsi untuk kedua pihak, umumnya wanitalah yang lebih banyak menggunakannya,” jelas Ramona. Sementara itu, tidak ada metode kontrasepsi (pencegah kehamilan) yang bebas dari masalah. Misalnya saja, kontrasepsi diafragma, untuk beberapa pengguna bisa menyebabkan infeksi saluran uretra atau kontrasepsi spemisida entah yang berupa aerosol, tablet atau krim. Efek samping yang mungkin muncul adalah iritasi vagina. Atau kontrasepsi IUD yang bisa menimbulkan infeksi panggul serta pendarahan di luar masa menstruasi atau darah menstruasi lebih banyak dari biasanya. Pemakaian kontrasepsi yang tepat akan membantu para ibu mengatur jarak kelahiran. Jarak kelahiran yang memadai setidaknya 2 sampai 3 tahun memberi kesempatan ibu-ibu memiliki waktu untuk mempertahankan kesehatan dirinya sendiri. Juga waktu untuk merawat anaknya secara maksimal.

Dari semua wanita yang pernah konsultasi dengannya, Ramona menyebutkan bahwa kontrasepsi oral berupa pil menduduki rangking pertama. Nomor dua suntik, IUD, dan terakhir adalah susuk.ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesterone, dan androgen dalam tubuh. Kontrasepsi hormonal bisa berupa pil KB yang diminum sesuai petunjuk hitungan hari yang ada pada setiap blisternya, suntikan, susuk yang ditanam untuk periode tertentu, Koyo KB atau spiral berhormon.Menurut Dr. Ramona, sebenarnya cocok atau tidaknya seseorang pada salah satu jenis alat kontrasepsi tergantung pada kondisi masing-masing. “Semuanya harus dilihat secara menyeluruh lebih dahulu. Sebab itu konsultasi pada bidan, dokter umum atau dokter kandungan adalah tindakan yang tepat sebelum menggunakannya.



Tambahkan halaman ini ke dalam situs social bookmarking favorit anda
Reddit! Del.icio.us! JoomlaVote! Google! Live! Facebook! StumbleUpon! Yahoo! Free social bookmarking plugins and extensions for Joomla! websites!
 
Banner
Banner

Pesan-Pesan

Bengkel Ekonomi & Politik Dr.Rizal Ramli

 

10 Tahun Krisis Ekonomi Solusi Monetaris dan Neoliberal

yang menyerang kawasan tersebut sepuluh tahun lalu. Krisis mata uang yang awalnya menyerang Thailand telah berdampak sangat buruk terhadap ekonomi empat negara Asia yaitu Malaysia, Korea, Indones...

 

Mafia Berkeley : Kegagalan Indonesia Menjadi Negara Besar di Asia

Nyaris tidak ada kasus sejenis di dunia, dimana satu kelompok ekonom berkuasa selama hampir 40 tahun nyaris tiada henti dari 1966-2006, menentukan strategi dan kebijakan ekonomi suatu negara. Indonesi...
Jumlah Kunjungan Konten : 273314
Terdapat 42 Tamu online
Banner