Home Artikel Dua Minyak & Gas Bumi Mega Skandal : ALOKASI DANA BBM SUBSIDI

Mega Skandal : ALOKASI DANA BBM SUBSIDI


Duaberita - Artikel Yang Ditulis Oleh : H.endry Kasienjer

 

 

MEGA SKANDAL : ALOKASI DANA BBM SUBSIDI 

 

Pada saat minyak dunia melonjak naik beberapa bulan yang lalu, dengan cepatnya pemerintah melakukan kenaikan harga BBM tanpa ada belas kasihan terhadap rakyat, padahal saat itu rakyat sedang memikul beban ekonomi yang berat ditambah lagi dengan kenaikan BBM. Sekarang disaat harga minyak mentah dunia turun dan merosot dengan tajam, pemerintah malah tidak mau menurunkan kembali harga BBM bersubsidi.  Ada motif apa dibalik keputusan pemerintah kita....??? Apakah ini bertujuan menyelamatkan APBN kita ataukah pemerintah ingin mencabut subsidi yang diberikan kepada rakyat Indonesia, sungguh ironis pemerintah kita dengan tangan besinya memaksa rakyat untuk terus menderita hanya karena takut kepada antek – antek amerika dan IMF.
Dengan turunnya harga BBM nonsubsidi, seharusnya BBM subsidi untuk rakyat ikut turun juga. Menurut APBNP 2008 harga BBM subsidi kita dipatok oleh pemerintah sebesar 95 $ per barel, pemerintah dalam hal ini untuk menetapkan patokan harga BBM subsidi tersebut menggunakan standar perhitungan MOPS (Mean Of Platts Singapore). Dalam hal ini pemerintah kita mengunakan MOPS sebagai dasar Harga Patokan BBM Indonesia dan dasar patokan ini sangat tergantung pada harga yang muncul pada transaksi jual beli minyak di Singapore. Yang menjadi permasalahannya adalah : 1. Apakah yang menjadi dasar Pemerintah memilih harga MOPS sebagai dasar Harga Patokan?     2. Apakah sudah ada antisipasi Pemerintah terhadap kemungkinan timbulnya suatu “trik” atau manipulasi dalam transaksi bursa minyak Singapore tersebut yang dapat merugikan Indonesia?     3. Kapan periode harga rata-rata MOPS dapat digunakan sebagai harga patokan menghitung Subsidi BBM berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku….?

Melihat kenyataan diatas ini menjadi sebuah pertanyaan besar untuk rakyat indonseia, dengan turunnya harga minyak dunia berarti penghitungan pemerintah dengan menggunakan MOPS, seharusnya harga BBM subsidi turun dan turunnya itu sekitar sekitar 20%-25%, Ada apa dibalik permainan ini semua........???

Alokasi dana BBM pada APBN 2008 untuk BBM bersubsidi jelas mengalami surplus, apalagi jika pemerintah menurunkan harga BBM subsidi, realitasnya pemerintah dengan berbagai macam dalil tidak ingin menurunkan harga BBM, dilarikan kemana alokasi dana BBM subsidi untuk rakyat tersebut.......????? Semua Ini semakin menjadi sebuah tanda tanya besar buat kita semua rakyat indonesia, Ini merupakan sebuah pembodohan dan penindasan terhadap rakyat karena tidak ada transparansi pemerintah dalam perhitungan harga minyak............  dan pemerintah telah melanggar komitmen berbangsa dan bernegara karena telah melanggar UUD pasal 33, UU migas No. 22 tahun 2001 dan Perpres.

Melihat kondisi yang terjadi kami merasa terpanggil untuk mempertanyakannya itu semua pada para Elit dan birokrat yang ada dibangsa ini dan kami yang tergabung dalam sebuah LSM Indonesia Development (IDE) menyatakan sikapnya :
   1. Audit dana alokasi subsidi BBM ???
   2. Meminta kepada pemerintah untuk Transparansi dalam perhitungan harga minyak
   3. Copot para pejabat yang tidak becus menjalankan amanat rakyat dan telah membohongi rakyat (Dirjen Migas, BPH Migas, DepKeu dan PERTAMINA)

Pemerintah kita memang lebih memilih rakyatnya sengsara,  buktinya pemerintah lebih mementingkan menyuntik dana sebesar 7 triliun untuk masalah  INDOVER, ini merupakan bukti nyata bahwa intervensi asing terhadap pemerintah masih besar dan pemerintah kita lebih peduli pada antek – antek asing dari pada rakyatnya sendiri.


 

Ditulis oleh : 

H.endry Kasienjer
Direktur Eksekutif Indonesia Development

 



Tambahkan halaman ini ke dalam situs social bookmarking favorit anda
Reddit! Del.icio.us! JoomlaVote! Google! Live! Facebook! StumbleUpon! Yahoo! Free social bookmarking plugins and extensions for Joomla! websites!
 
Banner
Banner

Pesan-Pesan

Bengkel Ekonomi & Politik Dr.Rizal Ramli

 

10 Tahun Krisis Ekonomi Solusi Monetaris dan Neoliberal

yang menyerang kawasan tersebut sepuluh tahun lalu. Krisis mata uang yang awalnya menyerang Thailand telah berdampak sangat buruk terhadap ekonomi empat negara Asia yaitu Malaysia, Korea, Indones...

 

Mafia Berkeley : Kegagalan Indonesia Menjadi Negara Besar di Asia

Nyaris tidak ada kasus sejenis di dunia, dimana satu kelompok ekonom berkuasa selama hampir 40 tahun nyaris tiada henti dari 1966-2006, menentukan strategi dan kebijakan ekonomi suatu negara. Indonesi...
Jumlah Kunjungan Konten : 273305
Terdapat 44 Tamu online
Banner