Duaberita Artikel - Krisis ekonomi yang melanda negeri paman sam memiliki dampak yang sangat luar biasa pengaruhnya terhadap perekonomian semua negara yang ada dibelahan dunia. Karena AS merupakan salah satu center yang penting dalam perekonomian, dengan hancurnya bursa saham di AS itu menandakan awal runtuhnya kapitalisme yang mereka anut. Disatu sisi kalau kita perhatikan ada sebuah skenario global yang sengaja dibuat untuk menghancurkan perekonomian negara-negara berkembang seperti Indonesia, ini yang harus kita antisipasi. Â
Namun krisis tersebut juga memiliki dampak positif yaitu dengan turunnya harga minyak dunia dibursa New York Mercantile Exchange (Neymex), hal tersebut dikemukakan juga oleh para petinggi OPEC. Karenakan pasokan minyak mentah negara – negara OPEC telah melebihi produksi sehingga mau tidak mau mereka harus menurunkan harga minyak dunia. Dengan kondisi turunnya harga minya dunia seharusnya Indonesia dapat memperoleh untung yang besar dan banyak dana yang berlebih, salah satunya alokasi dana BBM subsidi untuk rakyat. Namun dalam perjalanannya pemerintah bersikeras tidak mau menurunkan harga BBM subsidi karena alokasi dana BBM subsidi di APBN telah habis, ini jelas sangat membingungkan kita semua kemana larinya dana – dana alokasi BBM subsidi tersebut???
DPR sebagai penyambung lidah rakyat ternyata tidak dapat berbuat apa-apa, walaupun dengan dibentuknya Pansus BBM, realitasnya belum dapat menyelesaikan masalah yang terjadi seperti kemana alokasi dana BBM subsidi dan kenapa untuk menurunkan harga BBM subsidi untuk rakyat sangat bertele – tele. Ini menjadi sebuah telaah untuk kita semua bahwa DPR belum berpihak kepada rakyat Indonesia, gembar – gembor yang dilakukan para wakil rakyat agar diturunkannya harga BBM subsidi hanya sebuah klise dan yang lebih sadisnya lagi masalah ini hanya menjadi ATM berjalan menjelang Pemilu 2009, kemana wakil rakyat yang selama ini berbicara keadilan dan kesejahtraan masyarakat????? .
Sekarang pemerintah kita sibuk dengan berbagai persoalan yang ada tanpa mementingkan mana yang harus didahulukan untuk rakyat. Realitas yang ada didepan mata kita seperti kasus Indover dibelanda pemerintah kita dengan cepatnya menyuntikan dana sebesar 7 triliun dalam waktu 7 hari karena takut tekanan antek – antek asing, akan tetapi untuk menurunkan harga BBM ssubsidi saja tidak mampu.
Masalah BBM adalah salah satu dari sekian banyak masalah Migas yang ada dibangsa ini, masalah lainnya seperti program konversi Minyak Tanah ke Elpiji, kalau dilihat memang program ini sangat bagus dan pemerintah bisa melakukan penghematan guna menyelamatkan pemborosan APBN kita. Akan tetapi perlu kita ketahui sudah sejauh mana program tersebut berjalan, apakah sudah tepat sasaran atau malah ini hanya menjadi sebuah Mega Proyek pemerintah???  Mari bersama kita lihat kebelakang, program konversi yang dilakukan pemerintah saat ini menjadi enjakeluasidini akibat terlalu cepatnya kebijakan konversi ini dikeluarkan dan diterapkan tanpa ada suatu desain yang ideal, mengapa demikian itu dikarenakan mereka tidak memikirkan untuk membangun Infrastruktur dahulu, walhasil konversi elpiji semakin tidak terarah (baca tabloit Indonesia Monitoring tanggal 30/10/2009 ) lalu efeknya konversi yang dilakukan mengalami stangnan akhirnya rakyat kembali menggunakan minyak tanah. Dampak lain yang timbul yaitu elpiji subsidi hilang dari pasaran karena isi ulang tabungnya langka mengapa demikian pemerintah terlalu memaksakan konversi tersebut kepada masyarakat dan ketika masyarakat banyak yang menggunakan elpiji terjadi kekosongan persediaan seharusnya pemerintah sudah siap sedia.
Ini belum seberapa masih banyak permasalahan migas yang ada, ini membuat kita semakin sadar dan paham bahwa pemerintah memang belum serius dalam mensejahtrakan rakyatnya dan pemerintah selalu asik kebijakannya tanpa melihat kedepan dampak yang ditimbulkan akibat salah mengeluarkan kebijakan. Dan ini akan selalu kita ingat sebagai catatan sejarah bangsa ini, bahwa jajaran elit yang duduk dipemerintahan masih menjadi antek-antek asing dan pembunuh bangsanya sendiri.
Oleh karena itu sebagai salah satu anak bangsa kita memiliki kewajiban untuk mengingatkan dan menyampaikannya kepada kawan-kawan sekalian bahwa kita generasi muda mempunyai tugas dan tanggung jawab terhadap rakyat dan bangsa Indonesia, jadikan momentum sumpah pemuda sebagai tonggak perjuangan baru dan semangat baru kawan-kawan untuk mengawal bangsa ini agar tidak jatuh dari jurang kehancuran yang lebih dalam lagi akibat ulah para elit politik dan birokrat bagsa ini yang bobrok moralnya
WAHAI PEMUDA PEMUDI INDONESIA BANGKITLAH DARI TIDURMU
WAHAI PEMUDA PEMUDI INDONESIAÂ BERSATULAH KALIAN & LAWAN TIRANI
ATAU KALIAN HANYA DIAM DAN LIHAT KEHANCURAN BANGSA INDONESIA TERCINTA
DPR sebagai penyambung lidah rakyat ternyata tidak dapat berbuat apa-apa, walaupun dengan dibentuknya Pansus BBM, realitasnya belum dapat menyelesaikan masalah yang terjadi seperti kemana alokasi dana BBM subsidi dan kenapa untuk menurunkan harga BBM subsidi untuk rakyat sangat bertele – tele. Ini menjadi sebuah telaah untuk kita semua bahwa DPR belum berpihak kepada rakyat Indonesia, gembar – gembor yang dilakukan para wakil rakyat agar diturunkannya harga BBM subsidi hanya sebuah klise dan yang lebih sadisnya lagi masalah ini hanya menjadi ATM berjalan menjelang Pemilu 2009, kemana wakil rakyat yang selama ini berbicara keadilan dan kesejahtraan masyarakat????? .
Sekarang pemerintah kita sibuk dengan berbagai persoalan yang ada tanpa mementingkan mana yang harus didahulukan untuk rakyat. Realitas yang ada didepan mata kita seperti kasus Indover dibelanda pemerintah kita dengan cepatnya menyuntikan dana sebesar 7 triliun dalam waktu 7 hari karena takut tekanan antek – antek asing, akan tetapi untuk menurunkan harga BBM ssubsidi saja tidak mampu.
Masalah BBM adalah salah satu dari sekian banyak masalah Migas yang ada dibangsa ini, masalah lainnya seperti program konversi Minyak Tanah ke Elpiji, kalau dilihat memang program ini sangat bagus dan pemerintah bisa melakukan penghematan guna menyelamatkan pemborosan APBN kita. Akan tetapi perlu kita ketahui sudah sejauh mana program tersebut berjalan, apakah sudah tepat sasaran atau malah ini hanya menjadi sebuah Mega Proyek pemerintah???  Mari bersama kita lihat kebelakang, program konversi yang dilakukan pemerintah saat ini menjadi enjakeluasidini akibat terlalu cepatnya kebijakan konversi ini dikeluarkan dan diterapkan tanpa ada suatu desain yang ideal, mengapa demikian itu dikarenakan mereka tidak memikirkan untuk membangun Infrastruktur dahulu, walhasil konversi elpiji semakin tidak terarah (baca tabloit Indonesia Monitoring tanggal 30/10/2009 ) lalu efeknya konversi yang dilakukan mengalami stangnan akhirnya rakyat kembali menggunakan minyak tanah. Dampak lain yang timbul yaitu elpiji subsidi hilang dari pasaran karena isi ulang tabungnya langka mengapa demikian pemerintah terlalu memaksakan konversi tersebut kepada masyarakat dan ketika masyarakat banyak yang menggunakan elpiji terjadi kekosongan persediaan seharusnya pemerintah sudah siap sedia.
Ini belum seberapa masih banyak permasalahan migas yang ada, ini membuat kita semakin sadar dan paham bahwa pemerintah memang belum serius dalam mensejahtrakan rakyatnya dan pemerintah selalu asik kebijakannya tanpa melihat kedepan dampak yang ditimbulkan akibat salah mengeluarkan kebijakan. Dan ini akan selalu kita ingat sebagai catatan sejarah bangsa ini, bahwa jajaran elit yang duduk dipemerintahan masih menjadi antek-antek asing dan pembunuh bangsanya sendiri.
Oleh karena itu sebagai salah satu anak bangsa kita memiliki kewajiban untuk mengingatkan dan menyampaikannya kepada kawan-kawan sekalian bahwa kita generasi muda mempunyai tugas dan tanggung jawab terhadap rakyat dan bangsa Indonesia, jadikan momentum sumpah pemuda sebagai tonggak perjuangan baru dan semangat baru kawan-kawan untuk mengawal bangsa ini agar tidak jatuh dari jurang kehancuran yang lebih dalam lagi akibat ulah para elit politik dan birokrat bagsa ini yang bobrok moralnya
WAHAI PEMUDA PEMUDI INDONESIA BANGKITLAH DARI TIDURMU
WAHAI PEMUDA PEMUDI INDONESIAÂ BERSATULAH KALIAN & LAWAN TIRANI
ATAU KALIAN HANYA DIAM DAN LIHAT KEHANCURAN BANGSA INDONESIA TERCINTA











