Angka investasi tersebut terbilang cukup fantastis sehingga mengundang perhatian pemkab lain untuk mengikuti jejaknya. Bandrol sebagai kabupaten pro investasi nampaknya bukan sekedar slogan saja, tetapi banyak pihak lainnya yang mengakui prestasi tersebut. Satu diantara pemkab yang menaruh perhatian atas keberhasilan Cilacap adalah Pemkab Wonogiri. Rabu (22/10) kemarin rombongan pejabat pemkab Wonogiri bertandang ke Cilacap untuk studi banding. Rombongan dipimpin oleh Kepala Dinas Perindustrian perdagangan, koperasi dan penanaman modal Kabupaten Wonogiri, Edi Sutopo dan diterima Asisten Administrasi dan Aparatur Sekda Cilacap Bambang Toejiono di ruang Jalabumi Cilacap.
Dalam sambutannya, Edi Sutopo menyatakan, dipilihnya Cilacap sebagai tujuan studi banding, lantaran pihaknya menganggap Cilacap cukup berhasil dalam mengembangan dan membangun iklim investasinya. "Bukan hanya sebatas slogan, tetapi dalam pandangan kami Cilacap sudah berhasil membuktikan dirinya. Ini terbukti dengan banyaknya investasi besar seperti PLTU dan sebagainya" kata Edi.
Untuk itu, pemkab Wonogiri ingin mengetahui secara langsung, mengenai strategi pemkab Cilacap dalam hal peningkatan daya saing investasi termasuk soal kebijakan dan implementasinya. Studi banding lainnya menyangkut kendala-kendala yang dihadapi serta bagaimana cara penanganannya. Dikatakan, Edi kedatangannya ke Cilacap sangat penting untuk mendongkrak investasi ditempatnya. Sebab sampai 2007, investasi di Wonogiri baru mencapai 40,98 milyar. Sebuah nilai yang dianggap belum ideal untuk mencapai angka investasi ideal bagi sebuah daerah.
Sementara, Bupati Cilacap yang diwakili Asisten Administrasi dan Aparatur Bambang Toejiono menjelaskan pemkab Cilacap mempunyai komitmen yang kuat untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi para investor. Diantaranya melalui penyediaan berbagai fasilitas dan kemudahan yang diberikan kepada para investor seperti dalam hal perijinan dan jaminan keamanan. "Strategi ini cukup berhasil, sebagai buktinya nilai investasi yang masuk ke Kabupaten Cilacap sudah mencapai Rp 6 triliyun. Kita juga berupaya terus menggenjotnya" tandas Bambang seraya mempresentasikan kondisi Cilacap secara umu. (/pray)











