Duaberita - PT Unilever Indonesia Gelar Workshop
Upaya Taro mengajak guru dan orang tua menjadi idola anak dengan memahami kompetensi anak melalui pendekatan pembelajaran yang menyenangkan
Solo, 27 Agustus 2008– PT Unilever Indonesia dengan merek cemilan andalannya, Taro, menunjukkan kepeduliannya membantu anak indonesiauntuk tumbuh menjadi karakter yang mandiri, peduli dan kreatif melalui workshop sehari “Kunci Emas Mengembangkan Kompetensi di Masa Emas Anak”. Bertempat di Borobudur Ballroom II Hotel Novotel, Solo.
Brand ManagerTaro, Amalia Sarah Santi menuturkan ”Dalam workshop ini Taro duduk bersama dengan orangtua dan guru untuk berbagi strategi yang efektif dalam mengembangkan kompetensi anak di usia sekolah dan sekaligus memberikan tips untuk menjadi idola anak sehingga terjadi hubungan yang lebih bersahabat antara guru dan anak dan akhirnya proses pembelajaran anak menjadi lebih menyenangkan”.
Lina Erliana Muksin,Mpsi, psikolog anakPropotensia menuturkan Kondisi era globalisasi dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia merupakan tantangan tersendiri bagi para orangtua, pendidik dan anak. Berbagai cara dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut. Salah satunya banyak orangtua yang beranggapan bahwa ”banyak sama dengan kualitas”, artinya semakin banyak anak diberi pelajaran/kursus tambahan, semakin anak berkualitas, sehingga mereka tidak memiliki waktu luang untuk melakukan aktivitas petualangan sebagai contoh aktivitas di laur rumah dengan teman sebaya. Pilihan yang salah dan ketidakpahaman untuk memberi rangsangan yang tepat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Maraknya acara tv dan permainan eletronik juga menjadi salah satu faktor yang membuat orangtua kurang memiliki kesempatan membina hubungan timbal balik. Aktifitas ini juga menyita waktu anak dengan bentuk aktivitas yang pasif motorik, sehingga anak-anak ini tidak dapat mengembangkan kemampuan fisik, tidak dapat mengamati keadaan sekeliling, rasa ingin tahu berkurang, menjadi kurang kreatif dan terbatasnya pengalaman tentang dunia luar melalui seluruh indra mereka. Kondisi ini menjadi tantangan bagi sekolah yang menjadi tumpuan
orangtua untuk mengembangkan kompetensi anak.
Kondisi ini membutuhkan perhatian lebih bagi orangtua dan guru karena usia sekolah dasar merupakan masa emas bagi anak untuk mengembangkan kompetensinya. ”Di sinilah pentingnya peran orang tua dan guru untuk memahami anak dengan lebih baik, sehingga dapat memberikan stimulus yang tepat untuk mengembangkan kompetensi anak.
Hari ini kami mengajak orangtua dan guru untuk menjadi idola anak dengan 3 langkah, yang pertama terapkan 3 H – Head Heart Hand, yang kedua kembangkan 9 aspek kecerdasan dan terakhir pahami kepribadian anak melalui Myers Briggs Type Indicator Assessment,sebuah metode untuk memahami lebihdalam karakteristik anak demi meningkatkan kedekatan anak dengan orangtua serta membangun kerja tim yang handal menuju pembentuk generasi yang tangguh”, tambah Lina.
”Sebagai brand yang menjadi bagian dari dunia anak, ini adalah komitmen Taro untuk membantu anak Indonesia tumbuh sesuai usianya sehingga setiap anak memiliki masa kecil yang menyenangkan dan bermakna. Melalui workshop ini Taro berupaya untuk mengembalikan keceriaan dan kegembiraan anak dalam setiap aktivitas petualangan yang dilakukannya baik itu di rumah maupun di sekolah. Oleh karenanya, mari bersama memahami lebih dekat anak-anak kita. Dan jadilah orangtua dan guru sebagai idola anak-anak Indonesia untuk membentuk karakter anak mandiri, peduli dan kreatif”, tutup Sarah.











