Pelaksanaan dilakukan pada bulan suci Ramadhan, dengan maksud memberikan kemudahan bagi para pelanggan Pizza Hut untuk memberikan sumbangan mereka di bulan yang penuh berkah ini.
Penggalangan dana oleh Pizza Hut Indonesia merupakan bentuk kepeduliaannya terhadap 12 juta orang di Indonesia, 4 juta diantaranya anak-anak yang menderita kekurangan gizi dan lapar tersembunyi.
Pizza Hut World Hunger Relief Program (PH WHRP) merupakan program dimana setiap pelanggan Pizza Hut diberi kesempatan untuk menyumbang dalam bentuk uang untuk membantu banyak orang Indonesia yang kekurangan gizi.
Mekanisme penggalangan dana tersebut adalah, masyarakat yang ingin memberi sumbangan, bukan hanya pelanggan Pizza Hut saja, dapat memberikan sumbangan langsung di outlet Pizza Hut di seluruh Indonesia. Setiap penyumbang akan menerima tanda bukti penerimaan sumbangan.
Para pelanggan akan mengetahui pengumpulan dana ini melalui POP Material yang akan dipajang (display) di semua restoran Pizza Hut di Indonesia, mulai 1 September 2008. Karyawan dan mitra kerja Pizza Hut juga akan turut dalam penggalangan dana tersebut.
Budi Setiawan, Direktur Pizza Hut Indonesia mengatakan, ”Kekurangan gizi dan lapar tersembunyi khususnya pada anak-anak merupakan masalah serius yang patut menjadi perhatian kita bersama, karenanya Pizza Hut menunjukkan kepeduliannya dengan kembali bekerja sama dengan WFP dalam membantu memerangi kelaparan tersembunyi, terutama bagi anak-anak, agar mereka mendapat masa depan yang lebih baik.”
Seluruh hasil penggalangan dana tahun ini akan diteruskan ke World Food Programme (WFP) Indonesia. yang akan digunakan sepenuhnya untuk mendukung program memerangi kekurangan gizi dan lapar tersembunyi di Indonesia.
Deputy Country Director World Food Program, Bradley Busetto yang turut hadir dalam peluncuran PH WHRP 2008 mengatakan, ”Kami merasa bahagia dan berterima kasih atas dukungan Pizza Hut Indonesia yang begitu besar dalam membantu kami menanggulangi kekurangan gizi dan lapar tersembunyi khususnya pada anak-anak di Indonesia. Merupakan harapan kami pula, bahwa Pizza Hut Indonesia kembali melakukan penggalangan dana pada tahun-tahun berikutnya sehingga kita dapat terus mengurangi jumlah anak-anak kekurangan gizi di negara ini.”
Tentang WFP :
WFP pertama kali beroperasi di Indonesia lebih dari 40 tahun yang lalu. Setelah menutup kantornya pada tahun 1996, bencana kekeringan, krisis ekonomi dan situasi politik membuat WFP kembali pada tahun 1998. Menanggapi berbagai bencana alam – bencana tsunami di Aceh pada Desember 2004, gempa bumi di Nias tahun 2005 dan gempa bumi di Yogya serta bencana tsunami di Jawa Barat pada tahun 2006 – WFP beroperasi di daerah-daerah yang terkena bencana di Indonesia.
Setiap tahun, lebih dari 1,2 juta target masyarakat kurang beruntung mendapat bantuan dari WFP. Program pemberian makanan di sekolah dari WFP mencakup lebih dari 800.000 anak-anak di dua area yang terkena tsunami termasuk juga bagian-bagian lain di Indonesia. Makanan juga diberikan bagi anak-anak yang kurang gizi dan para ibunya, penderita tuberkulosis sebagai ganti untuk pengobatan dan bagi pengungsi akibat konflik etnis sehingga mereka dapat menetap dan membangun kembali kehidupan mereka. Para korban banjir di Aceh dan Jakarta juga menerima bantuan makanan pada tahun 2007.
Tentang Pizza Hut Indonesia :
Pizza Hut merupakan rantai restoran pizza terbesar di dunia, datang ke Indonesia pada tahun 1984 dan menjadi restoran pizza pertama di Indonesia. Kunci keberhasilan Pizza Hut Indonesia merupakan hasil kerja keras yang didasari empat nilai budaya kerja yaitu Integritas, Keunggulan, Pengembangan Usaha dan Keuntungan. Saat ini restoran Pizza Hut telah hadir di berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Bogor, Tanggerang, Bekasi, Cilegon, Bandung, Karawang, Cirebon, Sukabumi, Semarang, Solo, Tegal, Surabaya, Malang, Sidoarjo, Yogyakarta, Bali, Mataram, Padang, Palembang, Medan, Batam, Pekanbaru, Lampung, Jambi, Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan, Pontianak, Makassar, Manado and Banda Aceh.
Saat ini jumlah karyawan seluruhnya mencapai lebih dari 8.000 orang yang tersebar di 164 restoran di 33 kota dan 19 propinsi di Indonesia. (/TMT)











