Duaberita-Moskow-Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, seperti dikutip dari cnn.com menyatakan bahwa : "Dunia telah menyaksikan bahwa hingga kini masih ada politisi – politisi busuk yang telah membunuh warga yang tidak bersalah dan tetap mempertahankan diri mereka dan kepentingan mereka dengan mengatasnamakan seluruh bangsa""Saya berfikir bahwa hal seperti itu tidak layak untuk di ampuni Kami akan berusaha keras agar kejahatan kemanusiaan seperti untuk dihukum secara adil" ujar Presiden Rusia ketika mengunjungi markas tentara Rusia di Vladikastav, dekat perbatasan Geogia - Rusia. Masing – masing pihak masih menuduh bahwa musuhnya melakukan "Pembersihan Etnis" Selama konflik di Ossetia selatan yang bermula sejak 7 Agustus 2008.
Di Washington, Duta besar Georgia untuk Amerika Serikat menyatakan bahwa Rusia telah masuk jauh menuju wilayah Georgia. "Anda tidak dapat menggerakkan 1,200 tank dan 15,000 tentara masuk ke negara lain dalam 12 jam tanpa perencanaan yang matang" Vasil Sikharulidze menyatakan dikutip dari CNN live semalam.
Wakil kepala staff angkatan bersenjata Rusia, Jend. Anatoly Nogovitsyn, menyatakan pada hari minggu kemarin bahwa pemerintahnya akan menarik pasukannya yang telah masuk ke Georgia untuk kembali ke Ossetia Selatan mengamankan wilayah dengan mayoritas warga Rusia tersebut. Sementara itu kabar dari Georgia menyatakan bahwa rombongan tank Rusia telah jauh memasuki wilayah Georgia dengan menerobos segala rintangan yang dibuat oleh kepolisian local.
Georgia dan Russia telah menandatangani kesepakatan damai pada hari sabtu yang mencakup :
• Tidak adanya penggunaan kekuatan bersenjata lagi.
• Menghentikan segala pengepungan
• Memberikan akses kepada petugas kemanusiaan.
• Tentara Georgia mundur dari area yang di kuasai.
• Tentara Rusia akan kembali kepada posisi sebelum pengepungan oleh Georgia.
• Membuka dialog internasional mengenai Ossetia Selatan dan Juga Abkhazia
Konflik yang sudah mengakibatkan lebih dari 158.000 warga mengungsi , dikutip dari situs UNHCR. Telah membuat dunia kembali khawatir akan perang dingin diantara kedua Negara besar Amerika Serikat dnegan Rusia. Hal ini di picu dari kebijakan Presiden Bush untuk mendukung kemerdekaan Kosovo dari Serbia yang merupakan sekutu dekat Rusia dan juga penempatan rudak – rudal jelajah di Polandia . Georgia adalah Negara yang sedang dibidik oleh Amerika Serikat dan juga aliansinya di NATO dikarenakan posisinya yang strategis sebagai jalur pipa pemasok minyak metah dari laut hitam menuju eropa barat. (/myb)
Wakil kepala staff angkatan bersenjata Rusia, Jend. Anatoly Nogovitsyn, menyatakan pada hari minggu kemarin bahwa pemerintahnya akan menarik pasukannya yang telah masuk ke Georgia untuk kembali ke Ossetia Selatan mengamankan wilayah dengan mayoritas warga Rusia tersebut. Sementara itu kabar dari Georgia menyatakan bahwa rombongan tank Rusia telah jauh memasuki wilayah Georgia dengan menerobos segala rintangan yang dibuat oleh kepolisian local.
Georgia dan Russia telah menandatangani kesepakatan damai pada hari sabtu yang mencakup :
• Tidak adanya penggunaan kekuatan bersenjata lagi.
• Menghentikan segala pengepungan
• Memberikan akses kepada petugas kemanusiaan.
• Tentara Georgia mundur dari area yang di kuasai.
• Tentara Rusia akan kembali kepada posisi sebelum pengepungan oleh Georgia.
• Membuka dialog internasional mengenai Ossetia Selatan dan Juga Abkhazia
Konflik yang sudah mengakibatkan lebih dari 158.000 warga mengungsi , dikutip dari situs UNHCR. Telah membuat dunia kembali khawatir akan perang dingin diantara kedua Negara besar Amerika Serikat dnegan Rusia. Hal ini di picu dari kebijakan Presiden Bush untuk mendukung kemerdekaan Kosovo dari Serbia yang merupakan sekutu dekat Rusia dan juga penempatan rudak – rudal jelajah di Polandia . Georgia adalah Negara yang sedang dibidik oleh Amerika Serikat dan juga aliansinya di NATO dikarenakan posisinya yang strategis sebagai jalur pipa pemasok minyak metah dari laut hitam menuju eropa barat. (/myb)











