“Saat itu Pak Hardman (Kaprodi Multimedia) menginformasikan bahwa ada kompetisi desain grafis tingkat ASEAN. Dari situ saya langsung didorong dosen-dosen Multimedia untuk mendaftar. Usai mendaftar saya langsung mencari referensi-referensi desain untuk belajar, baik dari browsing maupun dosen multimedia.” ungkap Heri kepada duaberita.
Diceritakan Heri, saat mengikuti tes awal yang dilakukan secara on-line tidak banyak kendala yang dihadapinya. “Saat tes on-line setiap peserta disuruh membuat sebuah postcard selama empat jam. Postcard tersebut harus bertemakan self promotion atau promosi diri sendiri.” terang penggemar serial Avatar ini.
Menurut mahasiswa berkaca mata ini, kendala malah terjadi saat ia dinyatakan lolos selesksi awal dan harus ke Jakarta guna mengikuti tes kelanjutan. “Saat itu saya tidak memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan diri karena pada waktu bersamaan saya harus menjadi panitia PMB (Ospek) tahun lalu (2007).” kenang cowok pengagum film Lord of The Ring ini .
Walau terkendala waktu namun saat tes di Jakarta Heri tetap bis a menyelesaikan lomba yang ditentukan panitia. Dalam lomba yang berlangsung di Jakarta tersebut, mahasiswa multimedia angkatan 2006 ini harus bersaing dengan peserta dari perguruan tinggi lainnya se-Indonesia. Pada saat tes dilaksungkan di Jakarta, seluruh peserta diharuskan membuat empat karya desain grafis yaitu retouching foto, merancang logo, membuat kalender, dan packaging bumbu jajanan ketoprak.
”Saya agak gugup karena kurangnya persiapan dan juga ini merupakan pengalaman pertama saya mengikuti even sebesar ini.“ujar Heri saat dihubungi melalui ponselnya.
Dari hasil lomba di Jakarta itu akhirnya Heri dinyatakan keluar sebagai juara 2, dan berhak mengikuti seleksi tahap akhir. Pada proses seleksi akhir tersebut Heri diharuskan mengikuti pelatihan yang digelar Departemen Tenaga Kerja. “Dalam seleksi akhir peserta dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok Depnaker dan Depdiknas. Masing-masing kelompok mendapatkan pelatihan dan dilombakan lagi.” terang Heri.
Usai lolos dari seleksi antar kelompok Departeman, Heri selanjutnya mengikuti Training Center (TC) di Universitas Bina Nusantara. “TC-nya mulai Februari hingga Agustus kemarin. “ucap Heri. Dari TC tahap awal tersebut akhirnya Heri dinyatakan lolos mewakili Indonesia dan saat ini sedang mengikuti TC kedua (tahap akhir) sebelum berangkat ke Malaysia .
Heri akan menjadi delegasi ASC Design Grafis dan akan mengikuti ASC 7 di Malaysia sebagai Wakil Indonesia . “Saya mewakili Indonesia bersama satu teman lagi dari Binus. Dan awal November baru saya akan berkompetisi melawan peserta dari 8 Negara lainnya.” jelas
Prestasi ditingkat Internasional ini merupakan yang kedua kalinya diraih mahasiswa STIKOMP SURABAYA tahun ini. Setelah sebelumnya mahasiswa DIII Komputer Grafis dan Cetak (Janva & Rizky) berhasil keluar sebagai finalis dalam desain packaging Internasional. Semoga Heri mampu mampu mengharumkan nama Indonesia dalam kompetisi tersebut, sehingga semakin menambah daftar panjang prestasi mahasiswa dan pelajar Indonesia. (/gs/aki)











