duaberita-Surabaya-Terinspirasi dari seorang teman yang memiliki keterbatasan pada indra mata Muhammad Kholiq Amrullah mahasiswa Sistem Informasi STIKOMP SURABAYA ciptakan aplikasi berbasis Text to Speech. Aplikasi tersebut dapat membantu para tuna netra membaca tulisan yang ada di dalam komputer.
Melalui bantuan komputer dan speaker sebagai output suara, aplikasi ini dapat membacakan tulisan untuk tuna netra. Sehingga tuna netra cukup hanya mendengarkan pembacaan kata-kata yang dilakukan oleh aplikasi tanpa perlu meraba-raba lagi tiap huruf braile.

Penggunaan text to speech yang ada di dalam program tersebut, bukan hanya untuk pembacaan dokumen saja. Melainkan juga sebagai petunjuk untuk tuna netra ketika mengoperasikan aplikasi ini. Yakni dengan bantuan menggunakan fitur global hotkey. Amrullah mengatakan keuntungan menggunakan global hotkey ini, sama dengan sebagai pengganti keyboard pada perintah-perintah yang ada di dalam program PC.
Untuk mengaktifkan program itu tanpa menggunakan mouse, cukup mengandalkan dari keyboard saja. Semua aplikasi bisa diakses oleh pengguna melalui tombol-tombol yang ada pada keyboard.
Misalnya seorang tuna netra membutuhkan keterangan tentang fungsi tombol yang ada pada keyboard maka cukup tekan F1 untuk memanggil perintah "help". Amrullah menjelaskan global hotkey bisa dikatakan sebagai pengganti fungsi tombol yang terdapat pada keyboard.
"Fungsi tombol yang ada dalam aplikasi ini, tidak sama persis dengan fungsi tombol yang normal biasa kita pakai. Seperti fungsi tombol 'Tabulasi' normalnya digunakan untuk memindahkan letak tulisan, dalam aplikasi ini tombol Tabulasi justru digunakan untuk membuka menu pada dokumen," paparnya.
Untuk memulai menggunakan aplikasi ini pengguna cukup menekan tombol 'escape' yang terletak di sebelah kiri atas keyboard. "Karena letaknya paling mudah diingat". Dari tombol itu akan muncul petunjuk berupa suara yang menuntun seorang tuna netra membuka dokumen yang akan dibacakan.
Sistem global hokey ini menurut Amrullah diperoleh dari dosen pembimbing Januar Wibowo yang kemudian di gunakan untuk menyelesaikan tugas akhirnya.
Dijelaskan Amrullah Text to Speech (TTS) ini merupakan salah satu aplikasi dalam bidang teknologi bahasa. TTS mengkonversi teks dalam format suatu bahasa menjadi ucapan sesuai dengan pembacaan teks dalam bahasa yang digunakan. Sistem Text to Speech memerlukan dua proses konversi, yaitu konversi teks ke fonem dan konversi fonem ke ucapan. Kedua proses tersebut dilakukan secara berurutan dengan masukan berupa teks dan keluaran berupa ucapan.
Sedangkan pembacaan dokumen sesuai dengan sortir kalimat yang menggunakan bahasa Indonesia. Sistem pembacaan dokumen dan manajemen dokumen itu, hanya untuk tipe dokumen Microsoft Word (*.doc), Rich Text Format (*.rtf) dan File Text (*.txt).
Sistem pembacaan dokumen kata Amrullah menggunakan tools Diphone Database Bahasa Indonesia (id1) yang dibuat oleh Arry Akhmad Arman dari ITB (pembuat penghasil suara ke bahasa Indonesia), sedangkan untuk konverter fonem ke ucapan yang digunakan adalah Mbrola dari TCTS Lab, Politecnique de Mons Belgium.
Aplikasi pembacaan dan manajemen dokumen ini terdiri dari 9 Form. Yaitu form Paper, form Recently Opened Documents, form Bookmark, form Archives Box, form Cari Dokumen, form Text Player, form Setting, form Help, form Pengenalan Keyboard. Aplikasi ini dibuat hanya sebatas untuk membuka dokumen, menambah dokumen, dan menghapus dokumen.
"Untuk pengembangannya ke depan nanti bisa juga di masukan menu entertaiment. Agar tuna netra juga bisa menikmati hiburan melalui komputer," ungkap anak nomer tiga dari empat bersaudara.
Form yang pertama kali dijalankan oleh aplikasi adalah form Paper. Form paper ini berguna untuk menampilkan dokumen yang dibuka dan akan dibacakan. Pada form paper terdapat 5 tombol untuk kontrol TTS ( Play, Pause, Stop, Forward, Backward) dan 1 tombol untuk mengakses Menu Aplikasi.
Tombol Play untuk membacakan dokumen yang tampil, Tombol Stop untuk menghentikan pembacaan dokumen oleh TTS, Tombol Pause untuk menghentikan sementara pembacaan dokumen dan dapat dilanjutkan kembali dengan menekan tombol play, Tombol Forward untuk pembacaan langsung ke satu kata selanjutnya, Tombol Backward untuk pembacaan ke satu kata sebelumnya.
Tombol-tombol itu digunakan untuk mengaktifkan suara dalam proses membuka dokumen. Apabila user menginginkan suara itu cepat maka tinggal tekan tombol forward, sebaliknya bila ingin di dengarkan secara perlahan menekan tombol backward.
Untuk menyelesaikan karya Tugas Akhir itu, Amrullah mengatakan membutuhkan waktu sekitar 3 bulan. Mulai dari pengenalan keyboard, sampai bahasa yang dipilih untuk digunakan dalam aplikasi tersebut.
Ada beberapa kendala yang dialami Amrullah selama mengerjakan karya itu. Terutama pada pemakaian kata-kata serapan dan pembacaan kata-kata. Diakui Amrullah suara yang keluar dalam aplikasi tersebut masih terkesan kaku seperti robot. Meski telah menyerupai suara manusia dalam pembacaan dokumennya.
Sedangkan perangkat keras yang digunakan untuk menjalankan aplikasi itu diantaranya Personal Computer maupun laptop yang didukung dengan piranti processor Pentium III 1 GHz, memory 512 MB, hard disk 15 GB dan sound card, Standard keyboard QWERTY, dan Speaker. Dan atas keberhasilannya itu, Amrullah mendapatkan nilai A (Dil/aki)











