"Artinya tahun 2008 ini ada penambahan sebanyak 55 kasus. Ini sebuah perkembangan yang cukup mengejutkan dan membutuhkan perhatian semua pihak untuk menanggulanginya" tandas Sekretaris Komisi Penganggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Cilacap Sumaryo, Senin (27/10).
Dikatakan Sumaryo, dari angka 91 itu, 67 diantaranya merupakan penderita HIV dan 24 siasanya adalah penderita AIDS. Dan dari 24 jumlah penderita AIDS yang ada 22 orang diantaranya sudah meninggal sementara dua lainnya masih hidup. Semua penderita HIV yang masih hidup saat ini tengah menjalani pengobatan diklinik khusus yang menangani HIV/AIDS yaitu klinik Voluntary Counselling Test (VCT) yang berada di RSUD Cilacap, termasuk dua penderita AIDS.
Padahal pada periode Juli lalu, angka HIV/AIDS yang terdeteksi di Cilacap hanya79 orang dengan rincian 56 HIV dan 23 AIDS. Dari dua penderita AIDS yang masih hidup satu diantaranya adalah ibu rumah tangga yang kemarin baru saja melahirkan bayinya.
Terkait tingginya angka penderita HIV/AIDS itu, KPA berharap masyarakat untuk tidak segan memanfaatkan keberadaan VCT. Selain itu KPA juga menghimbau mereka yang merasa berpotensi tertular penyakit ini, seperti karena pekerjaan dan lingkungan tinggalnya, agar berani memeriksakan diri ke klinik maupun rumah sakit. "Karena pendeteksian dini itu lebih baik untuk penanganannya" kata Sumaryo. (/pray)











