Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Jateng Hartanto mengatakan, kasus DBD saat ini sudah dijumpai di seluruh kabupaten dan kota di Jateng. Menurut dia, dari 35 kabupaten dan kota di Jateng, sebanyak 33 kabupaten dan kota merupakan daerah endemis DBD.
"Dulu DBD di Jateng hanya ditemui di dataran rendah atau di daerah panas. Namun, sekarang ini, DBD sudah dijumpai di daerah pegunungan. Data di Dinkes Propinsi, sebanyak 33 kabupaten dan kota di Jateng termasuk daerah endemis DBD," ungkap Hartanto dalam rapat kerja kesehatan daerah Propinsi Jateng di RS Margono Soekardjo Purwokerto, Rabu (19/11).
Hartanto mengingatkan, pada musim penghujan sekarang ini, DBD harus menjadi kewaspadaan bersama. "Pada September hingga Oktober, biasanya temuan DBD rendah. Namun pada Nopember hingga awal tahun merupakan puncak musim penghujan, maka temuan DBD kemungkinan besar akan membengkak. Untuk itu, pada musim hujan tersbeut harus digalakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN)," jelasnya.
Menurut Hartanto, penyakit flu burung pada manusia (confirmed AI) juga harus diwaspadai warga Jateng karena setiap tahun mengalami kenaikan. Pada 2005 corfirmed AI hanya satu orang, pada 2006 confirmed AI menjadi tiga orang dan ketiganya meninggal. Sedangkan pada 2007, confirmed AI berjumlah lima orang dan lima orang meninggal. "Pada 2008 ini, dari 10 kasus, sembilan di antaranya meninggal," jelasnya.
Sementara HIV/AIDS, jumlahnya di Jateng juga terus meningkat. Jumlahnya meningkat pesat justru pada 2005 saat program layanan Voluntary Consulting dan Testing (VCT) dimulai. Pada 2005, ditemukan 243 kasus, kemudian pada 2006 dan 2007 masing-masing ditemukan 422 kasus dan 428 kasus. "Pada 2008 ini, hingga September sudah mencapai 378 kasus," kata Hartanto.
Gubernur Jateng Bibit Waluyo mengatakan, data-data di atas harus menjadi pemicu bagi petugas kesehatan untuk lebih giat lagi dalam melayani kesehatan masyarakat. Hal-hal yang sifatnya antisipatif yang dilakukan masing-masing daerah sangat penting untuk mendukung program layanan itu.
"Salah satu kunci agar tetap sehat adalah menjaga lingkungan sehat. Maka kami mendukung misalnya, ada program Jumat Bersih, misalnya bersih-bersih parit, gorong-gorong dan lainnya. Itu sudah sangat membantu dinas kesehetan, karena pada dasarnya kesehatan juga menjadi tanggung jawab masyarakat," tegasnya.Â
Pada kesempatan itu, gubernur juga menegaskan, tuntutan tentang biaya kesehatan gratis sangat sulit dilaksanakan. Menurut dia, biaya kesehatan mungkin bisa dilaksanakan, tetapi untuk membeli obat-obatan dan sebagainya pasti membutuhkan dana. "Jika biaya kesehatan digratiskan, lalu untuk beli obat biayanya dari mana," katanya.(/pray)











