Home Nasional Masyarakat Titik Evakuasi Disiapkan Jika Gunung Slamet Meletus

Titik Evakuasi Disiapkan Jika Gunung Slamet Meletus


duaberita-Banyumas-Beberapa titik evakuasi disiapkan jika Gunung Slamet meletus. Persiapan itu dilakukan jika gunung terbesar di Pulau Jawa itu meletus, evakuasi bisa berjalan cepat serta meminimalisir korban jiwa.  Pemetaan jalur evakuasi dilakukan Departemen Kesehatan (Depkes) dan beberapa pihak. Pusat Penanggulangan Krisis Depkes Yuniyati mengatakan, khusus untuk Gunung Slamet, pihaknya sudah mengidentifikasi delapan titik yang bisa dijadikan sebagai tempat evakuasi. "Kita sudah menghitung delapan titik yang bisa dijadikan tempat evakuasi," katanya saat sosialisasi dengan dinas dan instansi terkait Pemkab Banyumas, Kamis (13/11)

Menurutnya, pihaknya saat ini sedang giat mengadakan sosialisasi terkait mitigasi bencana di daerah gunung api. Sosialisasi tersebut dilakukan di lima wilayah, yakni di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi Utara, dan Sumatera Barat. "Selama ini peta evakuasi pengungsi bidang kesehatan belum dibuat. Namun, kami berharap pemda sudah mempunyai pedoman yang jelas," imbuhnya.

Yuniyati mengatakan, selain Gunung Slamet, gunung aktif lainnya yang selalu dalam pantauan antara lain Gunung Papandayan, Semeru, Lokon, dan salak. Di Indonesia, kata dia, saat ini tercatat ada 129 gunung api yang masih aktif dan 560 gunung yang sudah tidak aktif. Dari jumlah tersebut, 61% sudah pernah erupsi sejak 1600.

Sementara itu, Kasie Penanggulangan Bencana Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Banyumas, Sumartono mengatakan, terkait mitigasi bencana, kondisi stok logistik untuk pengungsi di Banyumas justru dalam keadaan menghawatirkan. Saat ini, kata dia, stok beras untuk penanggulangan bencana hanya tinggal 5 ton. 

Menurutnya, stok tersebut sangat kurang untuk persediaan bantuan jika ada bencana datang. Selain beras, dana penanggulangan bencana juga tinggal sedikit. Dana yang masih ada di kas Dinsoskertrans tinggal Rp10 juta. "Usulan dana bantuan sebenarnya disampaikan dalam APBD Perubahan 2008, namun dalam pembahasan dipangkas. Padahal pada November dan Desember, bencana alam biasanya datang," ujarnya kepada duaberita. (/pray)


Tambahkan halaman ini ke dalam situs social bookmarking favorit anda
Reddit! Del.icio.us! JoomlaVote! Google! Live! Facebook! StumbleUpon! Yahoo! Free social bookmarking plugins and extensions for Joomla! websites!
 
Banner
Banner

Pesan-Pesan

Bengkel Ekonomi & Politik Dr.Rizal Ramli

 

10 Tahun Krisis Ekonomi Solusi Monetaris dan Neoliberal

yang menyerang kawasan tersebut sepuluh tahun lalu. Krisis mata uang yang awalnya menyerang Thailand telah berdampak sangat buruk terhadap ekonomi empat negara Asia yaitu Malaysia, Korea, Indones...

 

Mafia Berkeley : Kegagalan Indonesia Menjadi Negara Besar di Asia

Nyaris tidak ada kasus sejenis di dunia, dimana satu kelompok ekonom berkuasa selama hampir 40 tahun nyaris tiada henti dari 1966-2006, menentukan strategi dan kebijakan ekonomi suatu negara. Indonesi...
Jumlah Kunjungan Konten : 272398
Terdapat 25 Tamu online
Banner