Menurutnya, pihaknya saat ini sedang giat mengadakan sosialisasi terkait mitigasi bencana di daerah gunung api. Sosialisasi tersebut dilakukan di lima wilayah, yakni di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi Utara, dan Sumatera Barat. "Selama ini peta evakuasi pengungsi bidang kesehatan belum dibuat. Namun, kami berharap pemda sudah mempunyai pedoman yang jelas," imbuhnya.
Yuniyati mengatakan, selain Gunung Slamet, gunung aktif lainnya yang selalu dalam pantauan antara lain Gunung Papandayan, Semeru, Lokon, dan salak. Di Indonesia, kata dia, saat ini tercatat ada 129 gunung api yang masih aktif dan 560 gunung yang sudah tidak aktif. Dari jumlah tersebut, 61% sudah pernah erupsi sejak 1600.
Sementara itu, Kasie Penanggulangan Bencana Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Banyumas, Sumartono mengatakan, terkait mitigasi bencana, kondisi stok logistik untuk pengungsi di Banyumas justru dalam keadaan menghawatirkan. Saat ini, kata dia, stok beras untuk penanggulangan bencana hanya tinggal 5 ton.Â
Menurutnya, stok tersebut sangat kurang untuk persediaan bantuan jika ada bencana datang. Selain beras, dana penanggulangan bencana juga tinggal sedikit. Dana yang masih ada di kas Dinsoskertrans tinggal Rp10 juta. "Usulan dana bantuan sebenarnya disampaikan dalam APBD Perubahan 2008, namun dalam pembahasan dipangkas. Padahal pada November dan Desember, bencana alam biasanya datang," ujarnya kepada duaberita. (/pray)











