Salah seorang pelaku Pariwisata Kabupaten Magelang (Jateng), Ariswara Sutomo,mengatakan, pihak pemkab dan pihak-pihak terkait lainnya sepertinya tidak serius dalam menangani persoalan pariwisata di Borobudur. Tata ruang kawasan Borobudur, mestinya dimaknai sebagai areal di luar zona eksklusif situs.
Ariswara menyebut salah satu persoalan yang mencolok saat ini adalah bermunculannya menara BTS yang menjulang tinggi. Menara BTS yang berdiri di seputar Candi Borobudur itu perlu ditertibkan. "Pemerintah daerah mestinya konsisten dan mempertimbangkan hal ini dalam mengeluarkan izin. Karena menara BTS mengganggu pemandangan," kata Ariswara Sutomo, Selasa (18/11).
Diungkapkan Ariswara, sisi lain obyek wisata Borobudur adalah menjual pemandangan. Ketika banyak wisatatawan yang naik candi menyaksikan matahari terbit, akhirnya harus dibuat kecewa. Mereka kecewa karena melihat banyaknya menara-menara BTS berdiri dan mengganggu keindahan panorama alam.
Tidak hanya Pemda, kalangan DPRD Magelang sepertinya juga kurang memperhatikan kelestarian Candi Borobudur. "Kalangan DPRD Magaleng yang menangguhkan pembahasan Raperda Tata Ruang Kawasan Borobudur semakin menguatkan ketidakseriusannya menangani persoalan di Borobudur," kata Ariswara.(y)











