Selain jalur selatan KA macet, setidaknya ada empat KA yang tertunda. Empat KA itu yakni KA Argowilis jurusan Solo-Bandung tertahan di Stasiusn Kroya, KA Lodaya Eksekutif yang dari Bandung tertahan di Stasiun Kawunganten, KA Pasundan jurusan Surabaya-Bandung tertahan di Stasiun Kroya dan KA Serayu jurusan Kroya-Jakarta, belum diberangkat dari jadwal semula atau masih berada di Stasiun Kroya.
Kepala Humas Daerah Operasi (Daop) V Purwokerto Mochamad Fatcham mengatakan, gerbong KA yang anjlok merupakan gerbong terakhir dari delapan rangkaian gerbong. Penumpang di gerbong yang anjlok itu kemudian dievakuasi dengan menggunakan bus menuju Stasiun Kawunganten. "KA Lodaya berangkat dari Solo. Penumpang kemudian dievakuasi dengan menggunakan bus ke stasiun terdekat. Sehingga penumpang tetap bisa melanjutkan perjalanan ke Bandung," ujarnya, tadi malam.
Dia menambahkan, proses evakuasi terhadap gerbong yang anjlok itu membutuhkan waktu sekitar delapan jam. Sehingga, kata dia, beberapa KA terpaksa harus tertahan menunggu proses evakuasi selesai. Dia tidak mengelak kalau jalur selatan KA mengalami kemacetan sekitar delapan jam. "Evakuasi selesai sekitar pukul 20.00. Mulai pukul 20.00 jalur selatan KA kembali normal. Hanya saja, untuk KA yang melintas di lokasi kejadian harus mengurangi kecepatan," imbuhnya.
Menurut dia, di lokasi kejadian sedang ada proyek perbaikan bantalan rel. "Kemungkinan besar, kecelakaan itu disebabkan oleh kondisi bantalan rel yang belum stabil, karena sedang ada perbaikan. Bantalan rel sekitar 1 kilometer juga mengalami kerusakan akibat kejadian itu," katanya. (/pray)











