duaberita-Cilacap-Pasca eksekusi mati terhadap tiga terpidana kasus bom Bali I Amrozi, Imam Samudra dan Ali Gufron, suasana di Cilacap tetap kondusif. Pantauan duaberita di Dermaga Wijayapura, Senin (10/11) menyebutkan, aktifitas mulai normal. Angkutan kapal regular dari Pengayoman II kembali tampak mengangkut penumpang masyarakat umum, baik anak-anak sekolah maupun warga yang hendak beraktifitas di kota dan sebaliknya dari kota ke Nusakambangan.
Kondisi ini sangat berbeda dengan sebelum eksekusi mati Amrozi cs. Dimana, sekitar 20 meter barikade kawat berduri tampak membentengi Dermaga Wijayapura dan puluhan anggota Brimob tampak menjaga ketat dan memeriksa setiap orang yang hendak menyeberang ke Nusakambangan baik penduduk pribumi bahkan petugas Lapas sekalipun tetap digeledah dan harus meninggalkan alat komunikasinya. Begitupun dengan lalu lalang ratusan wartawan yang sekarang sudah tidak terlihat lagi. Namun demikian, sejumlah aparat Brimob dan anggota kepolisian berpakaian preman masih menjaga Wijayapura dan wilayah sekitarnya.
Pantauan yang sama terlihat di perairan sekitar Nusakambangan. Jika dalam sebulan terakhir sampai sebelum eksekusi, perairan ini tertutup untuk aktifitas nelayan, maka sejak pagi tadi terlihat puluhan nelayan memancing dan memasang jaring di perairan sekitar Nusakambangan maupun jalur Segara Anakan hingga Bengawan Donan dan alur ke Pantai Teluk Penyu.
Kapolres Cilacap AKBP Teguh Pristiwanto menyatakan normalnya situasi di Cilacap dan Nusakambangan diiringi dengan penarikan personel kepolisian yang dilakukan secara bertahap namun tetap dalam kesiagaan. "Kita tarik pasukan secara bertahap baik yang ada di dalam Pulau Nusakambangan maupun di luar dalam hal ini wilayah Cilacap" kata Kapolres.
Lebih lanjut Kapolres Cilacap, AKBP Teguh Pristiwanto, menyatakan secara resmi penarikan pasukan kepolisian baik dari Brimob maupun satuan lainnya mulai dilakukan sejak jenazah ketiga terpidana mati bom Bali Amrozi cs di evakuasi ke kampong halaman masing-masing menggunakan helikopter pada Minggu (9/11) pagi kemarin . Tetapi untuk mengantisipasi segala bentuk kejahatan pasca eksekusi tersebut, pihaknya masih tetap bersiaga. Artinya sejumlah titik rawan dan penempatan personil secara terselubung masih tetap dilakukan. Seperti tapal batas masuk ke Kabupaten Cilacap baik di wilayah Timur maupun Barat, guna mengantisipasi masuknya orang –orang pendukung Amrozi atau penjahat lain yang akan merusak dan memanfaatkan situasi pasca eksekusi tersebut. (/pray)











