Home Nasional Pemerintahan Dua Pejabat Pelindo Cilacap Jadi Tersangka

Dua Pejabat Pelindo Cilacap Jadi Tersangka


duaberita-Cilacap-Dua pejabat di jajaran PT (Persero) Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Tanjung Intan Cilacap, kini  resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polwil Banyumas. Dua orang tersebut masing-masing  General Manajer (GM) Pelindo Didiek Haryanto dan Manajer Usaha Leo Suhartadi.  Salah satu di antaranya sudah ditahan di Mapolwil. Mereka dijadikan tersangka terkait kasus dugaan pungutan liar (pungli) di pelabuhan Tanjung Intan senilai kurang lebih Rp 300 juta.

Kapolwil Banyumas Kombes Pol Boy Salamudin , Sabtu (15/11) mengatakan, berdasarkan pemeriksaan GM Pelindo dan Manajer Usahanya diduga melakukan pungli. "Manajer Usaha  Pelindo III Leo Suhartadi sudah kita tahan sejak tiga hari lalu. Dia kini berada di sel Mapolwil, " terang  Kapolwil.

Leo ditangkap di Perumahan Banyumanik Semarang, Rabu (12/11) lalu, sementara  GM Pelindo Didiek Haryanto belum dilakukan penahanan karena terkendala kelengkapan administrasi. "GMnya belum kita  tahan karena masih ada kendala administrasi. Setelah lengkap dia akan  di tahan,  kita tetap harus mentaati  aturan," tandasnya.

Kelangkapan administrasi yang dimaksud adalah hak tersangka untuk didampingi oleh penasihat hukum. Jika tersangka tidak mampu maka negara yang akan menyediakan penasihat hukum.

Didiek Haryanto dan Leo Suhartadi diduga telah meminta uang kepada pengusaha alat berat Edi Santoso yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Intan. Pungutan itu sudah berjalan sejak 2005 hingga Juli 2007.

Berdasarkan  perhitungan tim penyidik Polwil Banyumas, jumlah uang yang diduga diterima kedua tersangka kurang lebih Rp 300 juta, terinci Didiek sekitar Rp 237,3 juta. Sedangkan Leo mendapatkan sebesar Rp 60 juta. Mereka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Korupsi. (/pray)


Tambahkan halaman ini ke dalam situs social bookmarking favorit anda
Reddit! Del.icio.us! JoomlaVote! Google! Live! Facebook! StumbleUpon! Yahoo! Free social bookmarking plugins and extensions for Joomla! websites!
 
Banner
Banner

Pesan-Pesan

Bengkel Ekonomi & Politik Dr.Rizal Ramli

 

10 Tahun Krisis Ekonomi Solusi Monetaris dan Neoliberal

yang menyerang kawasan tersebut sepuluh tahun lalu. Krisis mata uang yang awalnya menyerang Thailand telah berdampak sangat buruk terhadap ekonomi empat negara Asia yaitu Malaysia, Korea, Indones...

 

Mafia Berkeley : Kegagalan Indonesia Menjadi Negara Besar di Asia

Nyaris tidak ada kasus sejenis di dunia, dimana satu kelompok ekonom berkuasa selama hampir 40 tahun nyaris tiada henti dari 1966-2006, menentukan strategi dan kebijakan ekonomi suatu negara. Indonesi...
Jumlah Kunjungan Konten : 272872
Terdapat 99 Tamu online
Banner