duaberita-Banjarnegara-Tingkat partisipasi politik masyarakat Kabupaten Banjarnegara dalam pemilihan umum (Pemilu) terus menurun. Berdasarkan data di KPUD Banjarnegara pada Pemilu 2004 lalu, tingkat partisipasi mencapai 84,02 persen kemudian pada Pilpres tahap I turun menjadi 79,47 persen dan turun lagi pada Pilpres tahap II menjadi 75,85 persen.
Kemudian pada pemilihan bupati/wakil bupati tahun 2006 tingkat partisipasi masyarakat 72,97 persen. Adapun pada pemilihan gubernur/wakil gubernur tahun 2008 turun lagi menjadi 62,16 persen. Â
Menurut Ketua KPUD Banjarnegara Wahyu Setiawan, penurunan tersebut diperkirakan karena masyakat jenuh dengan terlalu sering adanya pemilihan. Realitas subjektif penurunan tingkat partisipasi politik masyarakat seperti ini patut mendapat perhatian yang proporsional untuk diupayakan agar lebih meningkat.
Dan untuk mengatasi kondisi tersebut, lanjut dia, pihak KPUD bersama Pemkab akan melakukan sosialisasi dan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat agar tidak terus menurun. Karena pada dasarnya kedua belah pihak mempunyai kepentingan yang sama, yaitu membangun demokrasi melalui Pemilu dengan melibatkan seluas-luasnya partisipasi masyarakat.
Dikatakan Wahyu, sasaran sosialisasi dan pendidikan politik mencakup seluruh komponen masyarakat terutama pelaku politik, jajaran Pemkab, jajaran penyelenggara Pemilu, tokoh masyarakat dan agama, kelompok perempuan, kelompok pemilih pemula, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Masyarakat (Ormas). Kegiatan itu sendiri menurut rencana digelar mulai Desember mendatang.   ''Jika KPUD maun Pemkab pasif, dikhawatirkan angka Golput pada Pemilu 2009 semakin tinggi,'' katanya. (/pray)











