duaberita-Banjarnegara-Kasus keracunan kembali terjadi siswa SD di Kabupaten Banjarnegara. Sebanyak 37 siswa dari dua sekolah yakni SDN 2 dan SDN 3 Karangkobar, Kecamatan Karangkobar harus mendapat perawatan medis di Puskesmas akibat keracunan sosis. Data di Puskesmas Karangkobar, ke-37 korban tersebut sebanyak 29 anak berasal dari SDN 3, sedangkan 7 korban dari SDN 2.  Â
Informasi yang dihimpun menyebutkan, gejala keracunan terjadi lebih dulu di SDN 3 Karangkobar. Saat tengah berlangsung upacara bendera sekitar pukul 07.30 di halaman sekolah setempat, puluhan anak mendadak pusing-pusing disertai mual-mua. Bahkan, ada diantara mereka yang sampai muntah-muntah. Kondisi tersebut membuat pihak sekolah panik dan segera menghubungi Puskesmas Karangkobar.
Apalagi, semakin siang jumlah siswa yang mengeluhkan pusing dan mual makin bertambah. Beberapa kali mobil ambulance Puskesmas pulang-pergi dari sekolah ke Puskesmas yang berjarak sekitar 1 kilometer (km). Karena ruang rawat inap Puskesmas yang tidak mencukupi, sejumlah korban terpaksa ditempatkan di lantai setelah mendapat pertolongan pertama. Â Â Â
Agung Budianto, dokter di Puskesmas Karangkobar mengatakan, secara umum korban keracunan langsung membaik setelah mendapat pertolongan pertama. ''Kami memberikan obat penawar racun dan infus agar kondisinya cepat pulih,'' katanya. Menurutnya, untuk mengetahui lebih detail tentang kejadian ini pihaknya akan melakukan uji labororium terhadap sampel sosis, muntahan korban. ''Kami juga mengambil sampel darah korban untuk dibawa ke Dinkes. Dari situ nanti bisa diketahui pasti.  Â
Rahmat, salah seorang guru SDN 3 Karangkobar mengatakan, akibat kejadian tersebut membuat geger kalangan guru dan orang tua siswa. Proses belajar mengajar terpaksa dihentikan dan siswa dipulangkan awal. Menurutnya, penjual sosis baru sekitar satu minggu berjualan di lingkungan sekolah. Â Â Â
Sementara itu, untuk pemeriksaan lebih lanjut Polsek Karangkobar memeriksa penjual Sosis. Anwar Yuwono, penjual sosis asal Watumalang, Wonosobo saat berada di Mapolsek Karangkobar mengaku tak menyangka kalau sosis yang dijual membuat mual. Pasalnya, selama satu minggu berjualan di Karangkobar tidak terjadi apa-apa. ''Kami hanya jualan saja. Ke sini bersama empat teman untuk jualan dan ngontrak di Desa Leksana. Sosis yang diproduksi oleh perusahaan di Surabaya diambil dari agen di Wonosobo,'' katanya. (/pray)











