Home Regional Jawa Rumah rusak diterjang lisus, Empat KK terpaksa mengungsi

Rumah rusak diterjang lisus, Empat KK terpaksa mengungsi


duaberita-Purbalingga-Empat Kepala Keluarga (KK) warga Desa Senon Kecamatan Kemangkon, Purbalingga, hingga Selasa (18/11) terpaksa mengungsi di rumah kerabatnya. Pasalnya rumah mereka rusak diterjang lisus saat hujan deras pada Senin (17/11) sore.Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu.


Kepala Desa (Kades) Senon, Kardiman Dirjo Sukarto mengatakan hujan deras disertai angin lisus yang terjadi sekitar pukul 14.30 mengakibatkan empat unit rumah di Desa Senon, Kemangkon rusak. Bahkan satu diantaranya roboh dan rata dengan tanah."Keempat rumah tersebut masing-masing milik Syam Kodari (42) RT 18 RW 6, Rusmawireja (65) RT 1 RW 1, Abadi (40) RT 8 RW 3, dan Samini (62) RT 5 RW 2 yang rumahnya roboh dan rata dengan tanah," paparnya.  

 


Rumah Syam Kodari tertimpa pohon albasia dan kerugiannya ditaksir mencapai Rp 1 juta. Kemudian rumah Samini tertimpa pohon rambutan, sedangkan kerugiannya ditaksir mencapai lebih dari Rp 3 juta. Bangunan rumah yang sebagian besar terbuat dari papan menyebabkan rumah itu dengan mudah roboh. Demikian juga dengan rumah Rusmawireja dan kerugiannya sekitar Rp 500.000. Sementara rumah Abadi tertimpa pohon petai dengan kerugian mencapai sekitar Rp 1 juta.


Tak hanya empat rumah yang rusak karena tertimpa pohon. Namun tak sedikit rumah warga ada yang mengalami kerusakan ringan. Rata-rata atap rumah warga beterbangan tersapu angin. Atap rumah yang menggunakan seng dan asbes membuat angin dengan mudah menerbangkannya.


Sejumlah pejabat Muspika langsung terjun ke lokasi. Sedangkan rumah yang rusak dan tidak bisa ditempati, untuk sementara tidak ditempati pemiliknya. ''Mereka yang rumahnya tidak bisa ditempati, memang sementara waktu mengungsi di rumah keluarga atau tetangga terdekatnya sambil menunggu diperbaiki,'' terangnya.


Rusmawireja (65), salah warga yang rumahnya rusak menuturkan, saat kejadian beruntung keluarganya tidak ada yang terluka. ''Saat kejadian saya sedang berada di rumah beserta keluarga. Ada sekitar enam orang saat itu,'' ujarnya.


Namun nasib malang menimpa Samini (62), janda tua ini harus terluka karena tertimpa bangunan rumah yang mengenai punggungnya. Namun beruntung lukanya tidak parah hanya sedikit menimbulkan memar-memar. "Tapi saya masih trauma. Karena itu saya memilih tinggal di rumah saudara," tuturnya.


Sementara itu sejumlah warga secara bergotong royong mencoba membersihkan lokasi di sekitar rumah yang rusak tersebut. Batang-batang pohon yang masih berserakan dan menimpa bangunan rumah disingkirkan. Mewakili warga, Kardiman berharap pemkab bisa segera turun tangan untuk memberikan bantuan kepada warga. Terutama untuk membangun kembali rumah yang roboh dan rusak. "Kami harapkan bantuan bisa datang secepatnya. Dengan demikian warga bisa kembali menempati rumahnya yang rusak," harapnya. (/pray)



Tambahkan halaman ini ke dalam situs social bookmarking favorit anda
Reddit! Del.icio.us! JoomlaVote! Google! Live! Facebook! StumbleUpon! Yahoo! Free social bookmarking plugins and extensions for Joomla! websites!
 
Banner
Banner

Pesan-Pesan

Bengkel Ekonomi & Politik Dr.Rizal Ramli

 

10 Tahun Krisis Ekonomi Solusi Monetaris dan Neoliberal

yang menyerang kawasan tersebut sepuluh tahun lalu. Krisis mata uang yang awalnya menyerang Thailand telah berdampak sangat buruk terhadap ekonomi empat negara Asia yaitu Malaysia, Korea, Indones...

 

Mafia Berkeley : Kegagalan Indonesia Menjadi Negara Besar di Asia

Nyaris tidak ada kasus sejenis di dunia, dimana satu kelompok ekonom berkuasa selama hampir 40 tahun nyaris tiada henti dari 1966-2006, menentukan strategi dan kebijakan ekonomi suatu negara. Indonesi...
Jumlah Kunjungan Konten : 272463
Terdapat 63 Tamu online
Banner