Home Regional Jawa Organda desak penurunan harga solar

Organda desak penurunan harga solar


duaberita-Purwokerto-Kalangan Organda Kabupaten Banyumas mengharapkan adanya penurunan harga solar, mengingat harga premium dan pertamax juga sudah diturunkan. Ketua DPC Organda Banyumas, H Sutanto, Selasa (18/11) mengatakan, jika pemerintah tidak menurunkan harga solar maka pemerintah sudah berlaku tidak adil.
Lebih lanjut Sutanto mengatakan, saat ini harga solar Rp 5.500 per liter. Idealnya, harga solar diturunkan Rp 1.500 sehingga menjadi Rp 4 ribu per liter nya. "Harga premium dan pertamax saja turun, pemerintah juga harus menurunkan harga solar. Lagipula sebagian besar angkutan umum juga menggunakan solar," katanya.

Menurut Sutanto, saat kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu, juga diikui dengan kenaikan harga berbagai suku cadang kendaraan. Sehingga, keuntungan pengusaha angkutan sangat tipis. Sutanto mencontohkan, harga ban ukuran 750-16 yang semula dijual dengan harga Rp 840, naik menjadi Rp 2 juta.

"Dampak kenaikan harga BBM bagi pengusaha angkutan tidak sebatas pada naiknya biaya bahan bakar, tetapi juga pada kenaikan harga suku cadang kendaraan," tuturnya.
 
Kondisi saat ini, dengan kenaikan harga suku cadang kendaraan, keuntungan pengusaha angkutan sangat tipis. Dan jika terjadi kecelakaan, maka dipastikan pengusaha tersebut mengalami kerugian besar. Jika pemerintah menurunkan harga solar, minimal bisa membantu kelangsungan hidup para pengusaha angkutan. (/pray)


Tambahkan halaman ini ke dalam situs social bookmarking favorit anda
Reddit! Del.icio.us! JoomlaVote! Google! Live! Facebook! StumbleUpon! Yahoo! Free social bookmarking plugins and extensions for Joomla! websites!
 
Tingkat Kepercayaan Anda Terhadap Tokoh Tokoh Di Bawah Ini Untuk Memimpin Indonesia ?
 
Banner
Banner

Pesan-Pesan

Bengkel Ekonomi & Politik Dr.Rizal Ramli

 

10 Tahun Krisis Ekonomi Solusi Monetaris dan Neoliberal

yang menyerang kawasan tersebut sepuluh tahun lalu. Krisis mata uang yang awalnya menyerang Thailand telah berdampak sangat buruk terhadap ekonomi empat negara Asia yaitu Malaysia, Korea, Indones...

 

Mafia Berkeley : Kegagalan Indonesia Menjadi Negara Besar di Asia

Nyaris tidak ada kasus sejenis di dunia, dimana satu kelompok ekonom berkuasa selama hampir 40 tahun nyaris tiada henti dari 1966-2006, menentukan strategi dan kebijakan ekonomi suatu negara. Indonesi...
Jumlah Kunjungan Konten : 272291
Terdapat 6 Tamu online
Banner