Lebih lanjut Sutanto mengatakan, saat ini harga solar Rp 5.500 per liter. Idealnya, harga solar diturunkan Rp 1.500 sehingga menjadi Rp 4 ribu per liter nya. "Harga premium dan pertamax saja turun, pemerintah juga harus menurunkan harga solar. Lagipula sebagian besar angkutan umum juga menggunakan solar," katanya.
Menurut Sutanto, saat kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu, juga diikui dengan kenaikan harga berbagai suku cadang kendaraan. Sehingga, keuntungan pengusaha angkutan sangat tipis. Sutanto mencontohkan, harga ban ukuran 750-16 yang semula dijual dengan harga Rp 840, naik menjadi Rp 2 juta.
"Dampak kenaikan harga BBM bagi pengusaha angkutan tidak sebatas pada naiknya biaya bahan bakar, tetapi juga pada kenaikan harga suku cadang kendaraan," tuturnya.
Â
Kondisi saat ini, dengan kenaikan harga suku cadang kendaraan, keuntungan pengusaha angkutan sangat tipis. Dan jika terjadi kecelakaan, maka dipastikan pengusaha tersebut mengalami kerugian besar. Jika pemerintah menurunkan harga solar, minimal bisa membantu kelangsungan hidup para pengusaha angkutan. (/pray)











