Home Regional Sulawesi Siswa Di Maros Belajar Demokrasi

Siswa Di Maros Belajar Demokrasi


duaberita-Maros-Ada sebuah terobosan baru yang dilakukan oleh para pembina OSIS di SMAN 1 Tanralili, Maros, Sulsel. Pada hari Rabu yang lalu (15/10) untuk untuk kali pertama, para siswa di sekolah memilih calon ketua dan wakil ketua OSIS periode 2008-2009. Pemilihan secara langsung baru dilaksanakan di sekolah sudah berdiri sejak 2001 itu. Awalnya pemilihan ketua OSIS akan dilakukan melalui perwakilan masing-masing kelas. Namun ide tersebut sempat ditanggapi oleh salah seorang guru dan mengusulkan agar pemilihan ketua OSIS agar dilakukan secara langsung dan melibatkan semua siswa yang ada disekolah tersebut. Tiga orang guru masing-masing, Kasim Ukkas, Paino dan Budhi A.M. Syachrun melakukan rapat mendadak dengan para pengurus OSIS yang demisioner. Akhirnya disepakati bahwa Rabu hari ini dilakukan pemilihan secara langsung.

Dari berbagai usulan perwakilan kelas, akhirnya disepakati hanya empat paket calon pasangan yang akan bertarung. Laiknya sebuah pesta Pilkada secara umum, para calon tersebut diberikan waktu selama dua hari untuk melakukan kampanye di dalam lingkungan sekolah. Berbagai posterpun disebar disetiap sudut-sudut sekolah untuk meyakinkan para siswa lainnya.

Para calon pemimpin itu diberikan kesempatan untuk menyampaikan visi misinya di depan para siswa yang berjumlah sekitar 350 orang itu. Setelah pembacaan visi misi, maka siswa lainnya diberikan kesempatan untuk memberikan hak suaranya. Panitia pun membawa kotak suara disemua kelas yang ada dan para calon juga hadir untuk memperkenalkan diri di depan siswa.

Setelah diadakan pemungutan suara, maka kotak suara dikumpulkan dalam satu tempat dan panitia melakukan perhitungan ulang dan disaksikan langsung oleh perwakilan masing-masing kelas. Cara ini ditempuh agar pemilihan itu tidak mengganggu proses belajar mengajar.

Apa yang terjadi dan dilakukan oleh para siswa, sesungguhnya merupakan salah satu bentuk pengenalan bagaimana proses demokrasi berlangsung. Mereka sudah diberikan pemahaman berpolitik, apalagi sistem pemberian hak suara dilakukan dengan mencontreng, seperti sistem yang dilakukan oleh KPU saat pemilu 2009 mendatang. (/bams)


Tambahkan halaman ini ke dalam situs social bookmarking favorit anda
Reddit! Del.icio.us! JoomlaVote! Google! Live! Facebook! StumbleUpon! Yahoo! Free social bookmarking plugins and extensions for Joomla! websites!
 
Banner
Banner

Pesan-Pesan

Bengkel Ekonomi & Politik Dr.Rizal Ramli

 

10 Tahun Krisis Ekonomi Solusi Monetaris dan Neoliberal

yang menyerang kawasan tersebut sepuluh tahun lalu. Krisis mata uang yang awalnya menyerang Thailand telah berdampak sangat buruk terhadap ekonomi empat negara Asia yaitu Malaysia, Korea, Indones...

 

Mafia Berkeley : Kegagalan Indonesia Menjadi Negara Besar di Asia

Nyaris tidak ada kasus sejenis di dunia, dimana satu kelompok ekonom berkuasa selama hampir 40 tahun nyaris tiada henti dari 1966-2006, menentukan strategi dan kebijakan ekonomi suatu negara. Indonesi...
Jumlah Kunjungan Konten : 273037
Terdapat 62 Tamu online
Banner