Home Regional Sumatera 280 SIGI &Sejumlah uang Untuk Korban Longsor Malalak : “INI PERTAMA KALINYA, BIASANYA SUPERMI..”

280 SIGI &Sejumlah uang Untuk Korban Longsor Malalak : “INI PERTAMA KALINYA, BIASANYA SUPERMI..”


duaberita-Padang-Bencana longsor yang terjadi Jorong Saskand Kecamatan Malalak Timur Kab. Agam Sumatera Barat pada Jumat 7 November 2008 sekitar pukul 19.00 WIB itu telah menutupi lebih kurang 600 Ha wilayah di kedua jorong tersebut. Seluas 400 Ha di antaranya merupakan areal sawah petani. Ditambah tujuh ternak sapi milik warga ikut tertimbun longsoran. Longsoran berbentuk lumpur ini diduga terjadi bersamaan dengan meluapnya air sungai Malalak yang membawa ribuan kubik lumpur dari daerah hulu. 

 

Sempitnya penampang sungai diperkirakan ikut mempercepat naiknya debit air ke pemukiman warga. Padahal sejumlah saksi mengatakan tidak sedang turun hujan hari tersebut. “Kemungkinan hujan lebat terjadi di daerah hulu. Selain mendatangkan air bah, juga membuat punggungan bukit di sekitar menjadi labil dan akhirnya luruh kepemukiman dan menutupi ratusan Ha areal di depannya,” papar salah seorang warga di tempat kejadian. 


Hari Minggu, 9 November 2008 lalu Hujan lebat kembali mengguyur lokasi bencana Malalak Timur, Agam selama setengah jam tiba-tiba menyebabkan Batang Baburai yang setelah galodo hampir tidak ada air, meluap sekitar pukul 15.00 WIB.


Akibatnya pencarian dua korban hilang yang belum ditemukan terpaksa dihentikan. Wartawan PadangKini.com di lokasi bencana, Metrison melaporkan, dua eskavator yang melakukan penggalian dan personel Tim SAR yang mencari terpaksa ditarik ke lokasi aman jauh dari sungai. Sebagian berlindung di Puskesmas Malalak, sebagian lagi di bukit yang aman. 


Batang Baburai yang meluap membawa lumpur sempat membuat warga dan Tim SAR yang melakukan evakuasi panik. Sebab dari bagian hulu orang-orang berteriak ada galodo susulan. Mendengar teriakan itu orang-orang yang berada di badan sungai berlarian ke atas menjauhi badan sungai. 


Bupati Agam Aristo Munandar mengatakan, ‘galodo' Malalak Timur di Batang Baburai merupakan siklus 30 tahunan yang terjadi di tempat yang sama. Sebelumnya di tempat ini, kata Aristo, juga pernah terjadi ‘galodo' pada 1950-an dan 1979. 


Dalam musibah kemarin, tercatat, dua unit rumah rata tersapu longsoran, tiga unit lainnya rusak berat dan dua unit rusak ringan. Jumlah kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah dikarenakan hampir 80 persen areal pertanian tertutup lumpur, selain korban jiwa, kerusakan rumah dan hilangnya hewan ternak. 


Jorong Saskand yang merupakan tempat yang dipilih untuk dibantu oleh RZI dengan kondisi 2 rumah hanyut, 3 rumah rusak berat dan 2 rumah rusak ringan kemarin diwakili oleh Bapak Ardison selaku korlap kecamatan Malalak Timur. Ditempat yang sama perwakilan dari Jorong Saskand yakni walinya Bapak Asril mengucapkan rasa terimakasihnya atas bantuan RZI. Ini pertamakalinya kami menerima bantuan paket makanan kaleng seperti ini, biasanya hanya Supermi ayau lainnya, Yaa..nanti kami coba.”, ujarnya. (/amr/mir)



Tambahkan halaman ini ke dalam situs social bookmarking favorit anda
Reddit! Del.icio.us! JoomlaVote! Google! Live! Facebook! StumbleUpon! Yahoo! Free social bookmarking plugins and extensions for Joomla! websites!
 
Banner
Banner

Pesan-Pesan

Bengkel Ekonomi & Politik Dr.Rizal Ramli

 

10 Tahun Krisis Ekonomi Solusi Monetaris dan Neoliberal

yang menyerang kawasan tersebut sepuluh tahun lalu. Krisis mata uang yang awalnya menyerang Thailand telah berdampak sangat buruk terhadap ekonomi empat negara Asia yaitu Malaysia, Korea, Indones...

 

Mafia Berkeley : Kegagalan Indonesia Menjadi Negara Besar di Asia

Nyaris tidak ada kasus sejenis di dunia, dimana satu kelompok ekonom berkuasa selama hampir 40 tahun nyaris tiada henti dari 1966-2006, menentukan strategi dan kebijakan ekonomi suatu negara. Indonesi...
Jumlah Kunjungan Konten : 272755
Terdapat 97 Tamu online
Banner